Kasus Ujaran Kebencian Warga Sadaniang, Ormas Ingin Selesai Damai

Pertemuan Ormas di Rumah Budaya Melayu Mempawah, Rabu (18/11/2020). (Yak/Insidepontianak.com)

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Sejumlah elemen masyarakat dari berbagai etnis yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan melakukan pertemuan di Rumah Budaya Melayu Mempawah, Rabu (18/11/2020). Mereka berdiskusi membahas kasus ujaran kebencian (hate speech) yang dilakukan warga Kecamatan Sadaniang, berinisial HS di media sosial yang menyinggung etnis Madura dan Bugis, Sabtu (30/10/2020) lalu.

Buntut dari unggahan tersebut, HS dilaporkan ke Polres Mempawah atas dugaan melanggar UU ITE oleh salah satu warga yang merasa tidak terima.

Bacaan Lainnya

Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) bersama Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) dan ormas lainnya telah sepakat untuk memaafkan kesilapan yang dilakukan HS. Mereka juga sepakat meminta pihak kepolisian menghentikan proses hukum positif yang menimpa HS.

Sekretaris IKBM, Junaidi mengatakan, kesepakatan tersebut sudah ditandatangani bersama dengan materai 6000.

“Demi menjaga kerukunan antar suku, agama dan ormas yang ada di Mempawah, kita sepakat meminta pihak kepolisian untuk menghentikan proses hukum tersebut,” kata Junaidi kepada InsidePontianak.com.

Junaidi mengatakan, IKBM adalah wadah yang mengakomodir semua kepentingan suku Madura. Dengan adanya kasus ujaran kebencian ini, dia berharap tidak ada lagi hal serupa terjadi di Kabupaten Mempawah.

Dia juga berkomitmen akan melakukan sosialisasi kepada suku Madura yang ada di Mempawah untuk saling menghargai suku lain.

“IKBM memiliki pengurus yang berada di setiap lapisan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah. Kita akan melakukan sosialisasi terkait hasil kesepakatan hari ini,” katanya.

Ada empat poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Salah satu yang hadir dari pihak FKOB juga bertandatangan di situ. Salah satunya adalah IKBM dan FKOB sepakat meminta pihak kepolisian menghentikan proses hukum yang menjerat HS. Kemudian, pelapor juga diminta untuk mencabut laporannya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *