Pembangunan Jalan Tumbang Titi Terkendala Anggaran

Kepala Bappeda Ketapang, Harto.

KETAPANG, insidepontianak.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ketapang, Harto memastikan peningkatan pembangunan jalan Ibu Kota Kecamatan (IKK) Tumbang Titi telah masuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sejak 28 Juni 2019.

Peningkatan pembangunan jalan IKK Tumbang Titi masuk dalam APBD murni 2020 yang direncanakan sejak Juni 2019. Jauh sebelum pelantikan dewan periode 2019-2024, pembangunan jalan tersebut sudah masuk dalam perencanaan Pemerintah Daerah.

Bacaan Lainnya

Sesuai Permendagri Nomor 86 tahun 2017, penetapan RKPD disahkan melalui Perkada atau Peraturan Bupati. Untuk APBD tahun 2020, RKPD ditetapkan 28 Juni 2019. Setelah itu, tidak bisa lagi melakukan atau memasukkan kegiatan perencanaan pembangunan di tahun 2020.

Hal tersebut juga menjadi dasar dalam menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Perencanaan pembangunan jalan IKK Tumbang Titi itu sudah masuk di RKPD kita,” ujar Harto, Rabu (18/11/2020).

Pembangunan jalan Ibu Kota Kecamatan merupakan misi dari Bupati Martin Rantan- Suprapto S sejak tahun 2016 hingga 2021.

“Itu saya perjelas karena murni program Pemerintah Daerah. Karena ruas jalan kabupaten ini cukup luas, cukup panjang hampir tiga ribuan kilometer. Sehingga kita tidak mungkin membangun jalan dengan kondisi mantap dalam masa satu tahun dua tahun selesai,” tutur Harto.

Pelaksanaan pembangunan jalan tersebut belum optimal lantaran keuangan daerah yang terbatas. Belum lagi dampak pandemi Covid-19 yang memaksa daerah melakukan refocusing anggaran.

Kendati demikian, peran anggota DPRD periode 2019-2024 juga turut andil dalam dalam pembahasan pembangunan jalan tersebut. Namun pada masa pembahasan, dewan saat itu hanya diberikan fasilitas dalam hal saran dan pendapat pada Pemerintah Daerah.

“Kalau sudah ada di perencanaan, kita berharap anggota dewan mendukung, apalagi pembangunan dilaksanakan di daerah pemilihan mereka,” tambahnya.

Saat itu, ada lima IKK yang dirancang untuk dilaksanakan tahun 2020. IKK tersebut yakni IKK Tumbang Titi, Pemahan, Sandai, Air Upas dan Manis Mata.

Masing-masing mendapat jatah Rp1,5 Miliar. Namun khusus Tumbang Titi, anggarannya hanya Rp1 Miliar. Berjalannya waktu, terjadi pandemi Covid-19 yang membuat APBD kabupaten Ketapang harus disusun ulang.

“Kami diminta refokusing anggaran di dinas PU belanja modal minimal 50 persen. Belanja barang dan jasa juga minimal 50 persen. Jadi paket pekerjaan itu (IKK Tumbang Titi) tinggal Rp300 juta,” ujarnya.

Sukirno mengatakan, saat ini proyek pekerjaan jalan tersebut telah selesai. Dengan target 280 meter, lebar empat meter (hotmik).

“Target saya kan Rp1,5 miliar, ternyata hanya diberi Rp1 miliar. Kena Covid-19 lagi jadi Rp300 juta. Kita anggarkan lagi di APBD perubahan Rp200 juta panjangnya sekitar 270-am meter. Ini masih dalam proses pengadaan dan mungkin hari ini atau besok udah mulai kontrak,” ujarnya.

Tak hanya tahun 2020, peningkatan jalan kecamatan tetap akan dilanjutkan pada tahun 2021. Sesuai dengan misi Bupati Ketapang yakni meningkatkan infrastruktur daerah.

“IKK harus cantik, jalan-jalan IKK harus bagus semua. Bukan hanya Tumbang Titi tapi semua IKK yang memang jalannya masih belum mantap, kita mantapkan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *