Bukan Warung Kopi, Kini Unit Usaha MABM Mempawah Adalah Kedai Melayu

Sekretaris MABM Mempawah, Muhardi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah belum lama ini meluncurkan unit usaha Warung Kopi yang berada di lantai dasar Rumah Budaya Melayu Mempawah. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi.

Kini, warung kopi tersebut sudah berganti nama menjadi Kedai Melayu. Keputusan itu dibuat oleh pengurus MABM karena kritik dan masukan dari berbagai pihak. Salah satunya Laskar Pemuda Melayu (LPM) yang awalnya protes keberadaan unit usaha tersebut di Rumah Budaya Melayu.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah dengan adanya kritik dan masukan dari sahabat kita sesama Melayu. Ada juga yang di luar daripada organisasi Melayu. Kami mengucapkan terima kasih. Itu adalah cambuk agar kami menjadi lebih baik. Sebab kami tak bisa menilai diri kami sendiri,” kata Sekretaris MABM Mempawah, Muhardi kepada InsidePontianak, Jumat (20/11/2020).

Sebelumnya kata Muhardi, memang nama unit usaha mereka adalah Warung Kopi MABM. Sekarang dia bersyukur namanya diubah menjadi Kedai Melayu. Dia mengatakan, unit usaha tersebut tidak usah dilihat dari segi ekonomis atau keuntungan. Tapi lebih kepada segi komunikasi dan silaturahmi.

“Kalau kemarin itu namanya terkesan khusus. Kalau yang sekarang siapapun boleh masuk. Alhamdulillah yang kemarin kritik sudah berkumpul bersama kami dan ngopi bersama di Kedai Melayu ini,” katanya.

Dia menceritakan, sejak diresmikan oleh Wakil Bupati hingga menuai kritik dari masyarakat, pihaknya dari tim pengelola Rumah Budaya Melayu dan bidang ekonomi kreatif yang ada di MABM melakukan pertemuan dan musyawarah.

“Kami mengubah desain warung kopi tersebut agar bisa diterima oleh semua kalangan. Kami bahkan mengajak masyarakat melalui media sosial untuk meramaikan Kedai Melayu ini. Tujuannya bukan keuntungan tapi mengajak masyarakat bersilaturahmi dan berdiskusi soal budaya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *