Gubernur Sutarmidji Perketat Pembatasan Sosial Masyarakat, Larang Kerumunan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji memastikan bakal memperketat kembali pembatasan aktivitas sosial masyarakat, menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Kalbar dalam tiga bulan terakhir ini.

Kegiatan apa pun yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah besar sementara waktu tidak diperbolehkan. Razia pendisiplinan protokol kesehatan akan terus digencarkan. Pemilik usaha seperti warung kopi yang abai menerapkan protokol kesehatan mesti disanksi.

Bacaan Lainnya

Menurut Sutarmidji, peningkatan kasus Covid-19 di Kalbar harus menjadi perhatian serius. Apalagi, kasus kesembuhan pasien Covid-19 di Kalbar saat ini sudah berada di bawah angka rata-rata nasional.

“Nanti hari Selasa, 24 November 2020, Satgas akan rapat di Aula Kodam XII Tanjungpura. Kita akan lebih tegas,” ucapnya.

Menurut Sutarmidji, sikap abai masyarakat yang tidak menjaga jarak, berkumpul di warung kopi tidak memakai masker, terbukti menjadi sumber peningkatan kasus keterjangkitan.

Karena itu, pengetatan pendisplinan protokol kesehatan akan kembali diterapkan. Razia-razia di ruang publik akan digencarkan.Tempat usaha yang abai menerapkan protokol kesehatan harus disanksi.

“Kalbar ini tingkat kesembuhannya ketika kita ketat, ya, sempat setengah PSBB, kita tertinggi se Indonesia, 98,89 persen. Sekarang kita di bawah rata-rata nasional semua. Ini kan mengkhawatirkan,” katanya.

Begitu pula kasus kematian Covid-19 di Kalbar juga drastis bertambah empat kali lipat dari enam bulan pertama terjadinya pandemi Covid-19 tersebut.

“Tingkat kematian aja, selama enam bulan pertama itu hanya empat kasus. Sekarang bertambah menjadi 22 kasus kematian. Itu peningkatannya kan empat kali lipat. Ini yang harus kita cegah,” pesannya.

Karenanya, Sutarmidji menegaskan pengawasan aktivitas kerumunan masyarakat akan diperketat. Dia memastikan Satgas Covid-19 akan terus melakukan razia-razia untuk memastikan tidak ada lagi kerumunan di ruang-ruang publik.

“Sementara waktu ini, tidak boleh lagi ada keramaian dalam bentuk apa pun,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *