Kekerasan Seksual Sambas Tertinggi di Kalbar, Rubaeti Serang Atbah-Hairiah

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas nomor urut 1, Heroaldi Djuhadi Alwi-Rubaeti Erlita.

SAMBAS, insidepontianak.com – Atbah Romin Suhaili diserang calon Wakil Bupati nomor urut 1, Rubaeti soal tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Hingga kini Sambas memiliki kasus tertinggi dengan 42 kasus.

“Sebagai petahana, Anda sudah angkat isu ini di kampanye lalu, mengapa kasus kejahatan seksual masih tinggi?” kata calon Wakil Bupati nomor urut 1, Rubaeti.

Bacaan Lainnya

Calon Wakil Bupati Sambas nomor urut 4, Hairiah tampak emosi ditanya soal kekerasan anak tersebut. Hairiah memastikan, ia sangat konsen mengawal setiap kasus-kasus kekerasan seksual di Kabupaten Sambas. Dia pun mengklaim, jumlah kasus kekerasan seksual turun selama mereka menjadi kepala daerah.

“Tahun 2015 data menunjukkan 76 kasus. Tapi sejak kami menjabat turun menjadi 42 kasus di tahun 2019. Jadi boleh dikatakan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak kami menjabat itu turun,” klaimnya.

Dia pun menyebutkan, untuk menekan kasus kekerasan seksual di Sambas, mereka telah membuat pelayanan terpadu. Basisnya sampai di tingkat desa.

“Saya yakinkan, tidak ada satu kasus kekerasan seksual di Kabupaten Sambas itu yang tidak ditangani oleh aparat penegak hukum. Saya mengawal setiap kasus yang terjadi,” tutupnya.

Namun Rubaeti kembali menyanggah. Penurunan mungkin terjadi, namun angkanya masih yang tertinggi di Kalimantan Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *