Solutif, Bang Haji Satono-Fahrur Rofi Bentuk BNN dan 1.000 Dai untuk Tekan Kejahatan Sosial

asangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas nomor urut 2, Bang Haji Satono-Fahrur Rofi.

SAMBAS, insidepontianak.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas nomor urut 2, Bang Haji Satono-Fahrur Rofi mengaku miris dengan angka kejahatan sosial di Sambas yang tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir di Kalbar. Data kepolisian tahun 2019, mencatat 345 kasus kejahatan sosial. Didominasi narkotika 54 kasus, 45 pencabulan, dan miras 43 kasus.

Jika terpilih, mereka berkomitmen mendorong terbentuknya lembaga formil, seperti BNN dan lembaga lainnya, dan menciptakan 1.000 dai yang disebar ke seluruh wilayah.

Bacaan Lainnya

“Data yang disampaikan sesuai kondisi rill. Empat tahun terakhir kasus kejahatan sosial luar biasa, kenakalan remaja, dan asusila nomor satu di Kalbar. Belum lagi perceraian. Insyaallah kalau Satono-Rofi jadi Bupati dan Wakil Bupati kita akan selesaikan,” kata Bang Haji Satono menjawab pertanyaan panelis dalam debat Pilkada Sambas, Sabtu (21/11/2020).

Salah satu langkah yang akan dilakukan pasangan dengan jargon ‘Sambas Berkemajuan’ dengan mendorong terbentuknya lembaga formil yang dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak kejahatan sosial.

“Kalau sekarang gimana mau berantas narkoba di Sambas, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) saja tidak ada,” katanya.

Selain itu, mereka juga akan meningkatkan sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama dan masyarakat, hingga pengurus masjid untuk menekan kejahatan sosial.

Mereka juga akan fokus membentuk 1.000 dai guna membentuk mental spiritual.

“Dengan membentuk mental spiritual ini akan menurunkan angka kriminalitas, maupun kasus perceraian ke depan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *