KSBSI Bengkayang Kecewa Paslon Nomor Urut 3 Setuju UU Omnibus Law

DEMO - DPC F HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang melakukan demo untuk menolak UU Omnibus Law yang dianggap merugikan kaum buruh dengan mendatangi Gedung DPRD Kalbar, Selasa, 13 Oktober 2020. (Foto Dok KSBSI)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang 2020, yang berlangsung di Hotel Harris Pontianak, Rabu, 18 November 2020 dan disiarkan langsung melalui Ruai TV, menyisakan rasa kekecewaan dari Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Pertanian, Industri Umum, Perkebunan, dan Perkayuan – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Bengkayang.

Pasalnya, Paslon nomor urut 3, Martinus dan dr Carlos Dja’afara setuju dengan UU Omnibus Law atau UU 11 Tahun 2020. Dalam debat itu, Paslon nomor 3 menyatakan bahwa diberlakukannya UU No 11 Tahun 2020, dapat mengundang investasi untuk masuk ke kabupaten Bengkayang.

Bacaan Lainnya

Reza Satriadi, Ketua DPC F HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang mengatakan, UU Omnibus Law sangat merugikan kaum buruh. KSBSI bahkan ikut melakukan aksi penolakan terhadap UU Omnibus Law pada 13 Oktober 2020.

“Kami melakukan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law tersebut, tapi kenapa ada calon Bupati dan Wakil bupati Bengkayang yang menyetujui UU tersebut?” katanya kepada Insidepontianak.com, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya, UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan masih belum dijalankan dengan maksimal oleh pemerintah. Sekarang pemerintah membuat lagi UU Cipta Kerja yang secara jelas lebih banyak mengebiri kaum buruh.

“Boleh saja mau mengundang investasi, tapi lihat juga nasib kesejahteraan buruh. Jangan sampai banyak investasi, tapi masyarakat Kabupaten Bengkayang hanya menjadi penonton,” ucapnya.

Sementara ini, KSBSI sudah melakukan gugatan Judical Review ke Mahkamah Kontitusi, terhadap pasal-pasal yang dianggap buruh bermasalah, terutama klaster Ketenagakerjaan. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *