Anggar Mempawah, Menjaga Asa Tradisi Emas PON di Masa Pandemi

Latihan anggar di Kabupaten Mempawah. (Ist)

MEMPAWAH, insidepontianak.com
Kabupaten Mempawah merupakan kabupaten yang kerap mencetak atlet anggar berprestasi. Baik di kancah nasional atau internasional.

Prestasi ini dihargai oleh Pemerintah Pusat dengan dibangunnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Anggar di kabupaten tersebut.

Bacaan Lainnya

Saat ini, para atlet anggar Mempawah tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dilaksanakan di Papua 2 hingga 23 oktober 2021.

Pelatih Anggar Mempawah, Verdiana Rihandini mengatakan, pandemi Covid-19, PON yang harusnya dilaksanakan tahun ini harus tertunda hingga 2021 mendatang. Pandemi ini juga mengganggu persiapan atlet anggar.

“Memang di awal pandemi kemarin kita harus latihan mandiri di rumah, sesekali kita pantau melalui video. Dan ini sangat berdampak pada menurunnya fisik para atlet,” ujarnya.

Dari Mempawah sendiri, terdapat tiga atlet anggar yang harus dipersiapkan untuk menghadapi PON mewakili Kalbar. Dan tentunya tradisi emas di PON yang selama ini selalu menjadi kebanggaan atlet anggar Mempawah harus dipertahankan.

“Ada tiga atlet kita yang akan ikut serta di PON nanti, di nomor Sabel putra, Sabel Putri dan Floret putri. Untuk menjaga asa tradisi emas kita kami sudah mulai latihan di gedung sejak Juni lalu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kita coba kembalikan kemampuan fisik mereka, dan setiap senin kita di gor khusus untuk latihan fisik,” ungkapnya.

Karena pandemi pula atlet yang biasanya berlatih tanding di luar daerah dengan atlet berkualitas dari daerah lain juga diakuinya saat ini tak dilakukan. Sebagai gantinya kompetisi intern ia lakukan guna tetap menjaga insting bertanding para atlet.

“Jiwa kompetisi atlet juga harus kita jaga, karena pandemi kita tidak bisa latih tanding atau ikut kejuaraan diluar. Sebagai gantinya kita lakukan kompetisi intern di pusdiklat ini, dengan harapan jiwa kompetisi mereka tetap terjaga,” paparnya.

Sejauh ini belum dilaksankan TC terpusat namun masih secara mandiri. Namun ia berharap jika pun dilaksakana Pelatda, tetap dilakukan di Mempawah.

“Sejak 2004 khusus anggar pelatihan terpusat selalu di sini maka untuk PON kali ini kami juga inginnya di sini. Saat ini masih TC mandiri dan ini juga sudah mendapat dukungan dari KONI,” tuturnya.

Termasuk pula menurutnya asupan gizi para atlet yang mengahadapi PON nanti, KONI juga sudah membantu pembiayaannya.

“Untuk makanan dan minumannya KONI sudah membantu agar di masa pandemi ini gizi mereka terpenuhi. Dan terpenting para atlet tidak terpapar Covid-19 hingga pelaksaan PON nanti,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *