Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Sanggau Turun Drastis

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Syafriansah.

SANGGAU, insidepontianak.com – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Syafriansah mengungkapkan, kasus gigitan hewan penular rabies di Sanggau per tanggal 24 November 2020 turun drastis. Hingga kini, kasus gigitan hewan yang didominasi jenis anjing itu tercatat 717 kasus. Sementara tahun 2019 tercatat 1.200 lebih gigitan.

Untuk korban meninggal akibat rabies juga menurun drastis. Tahun 2019 tercatat 8 kasus sementara hingga November 2020 nol kasus.

“Perlu kami sampaikan bahwa rabies ini disebabkan virus rabies yang ditularkan hewan kepada manusia dan hewan terbanyak di Sanggau inikan anjing,” ujar Syafriansah, Selasa (24/11/2020).

Kemampuan Pemkab Sanggau melalui menekan angka gigitan anjing penular rabies dan juga angka korban meninggal pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kegiatan kita melalui Cyber 24 yang dinilai mampu menekan angka rabies tampaknya mendapat apresiasi dari Pemprov Kalbar berdasarkan data dan fakta yang ada, Pak Gubernur akan memberikan penghargaan kepada Pak Bupati,” katanya.

Sebenarnya, penyerahan penghargaan dilakukan bulan September kemarin karena bertepatan dengan Hari Rabies Internasional. Tapi mengingat masih dalam suasana pandemi, maka ditunda dan dilakukan secara virtual.

Tahun 2020, lebih dari 34 ribu hewan penular rabies yang divaksin. Mayoritas anjing, sisanya kucing, monyet dan musang.

“Untuk 100 persen kita vaksin memang agak susah karena ada hewan peliharaan yang memang liar sehingga sulit kita vaksin, tapi untuk yang dikandang atau diikat sudah kita vaksin,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *