Pontianak Kekurangan Guru, Pengangkatan Honorer Diharap Jadi Jawaban

TINJAU - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat meninjau persiapan sekolah tatap muka di SMPN 1 Pontianak, beberapa waktu lalu. PEMKOT PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan hingga kini Kota Pontianak masih kekurangan guru. Jumlah yang dibutuhkan mencapai 500-an.

“Walau sudah ada penerimaan CPNS, tetap saja kurang. Karena yang pensiun tiap tahunnya ada ratusan,” katanya, Rabu (25/11/2020).

Bacaan Lainnya

Namun angin segar datang dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dari rapat virtual yang diikutinya, menteri mewacanakan mengangkat tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita harap ini dapat membantu Pontianak,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Multi Junto Batarendro mengatakan Pontianak kekurangan guru mata pelajaran.

“Kekurangan guru itu karena setiap tahun sekitar 300 ASN Kota Pontianak yang pensiun. Dari jumlah tersebut 60 persennya guru,” katanya.

Di tahun lalu, Pemkot hanya mendapat jatah 11 orang PPPK. Itu pun tak semuanya guru. Namun dari informasi terbaru, pengadaan PPPK tahun 2021 akan lebih banyak. Bahkan PPPK yang Nomor Induk Pegawai (NIP)-nya belum keluar di tahun ini, juga akan diselesaikan.

“Proses rekrutmen PPPK mirip dengan CPNS. Sehingga rencana rekrutmen guru PPPK sangat baik. Karena kriteria umur pelamar bisa lebih dari 35 tahun hingga usia dua tahun sebelum pensiun. Sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang diminta,” katanya.

Proses penerimaannya diusulkan dari daerah. Baru kemudian digodok Kemenpan-RB untuk mendapat jumlah kuota. Misalnya ketika CPNS 2019, Pemkot Pontianak mengusulkan 1.000 formasi. Namun yang didapat hanya 400.

“Karena ASN terbagi menjadi dua maka PPPK harus mendapatkan TPP karena memiliki NIP, kecuali yang non ASN seperti tenaga kontrak tidak mendapatkan TPP,” sebutnya.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu perekrutan PPPK karena rasio ASN di Kota Pontianak tidak seimbang. Kota Pontianak pernah memiliki pegawai hingga 9.000. Namun saat ini jumlah tersebut tersisa hanya 4.772.

“Itu sudah didominasi guru sekitar 2.100, tenaga kesehatan Puskesmas, dinas dan rumah sakit sekitar 1.000 orang, sisanya di OPD,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *