Haikal Luka Bacok 20 Jahitan

KORBAN - Fikri Haikal, warga Jalan Nirbaya, Kecamatan Pontianak Selatan jadi korban pembacokan dan hanya dapat terbaring lemah di rumahnya, Kamis (26/11/2020) pagi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Fikri Haikal, warga Jalan Nirbaya, Kecamatan Pontianak Selatan hanya dapat terbaring lemah di rumahnya, Kamis (26/11/2020) pagi. Pemuda 20 tahun itu, menjadi korban pembacokan, yang dilakukan tetangganya sendiri, TN (17) dengan sebilah parang. Akibat kejadian itu, Haikal mengalami luka di bagian lengan dan mendapat 20 jahitan.

Saksi mata, Nisa (16) menerangkan, kejadian nahas terjadi pukul 21.00 WIB. Saat itu, pelaku TN dan kedua rekannya, berhenti tepat di depan rumah korban sambil menelepon dengan suara keras. Nisa menduga, terduga pelaku berencana tawuran.

Bacaan Lainnya

“Tak lama Bang Haikal keluar. Dia minta agar TN tak membuat keributan. Karena anaknya yang rewel sedang tidur,” ungkapnya.

Kondisi inilah yang memancing cekcok mulut antara korban dan pelaku. Korban yang emosi lantas menendang pelaku hingga ponselnya terjatuh.

“Saat itu HP TN jatuh. Diambilnya parang yang dibawa di belakang badannya, lalu netak Bang Haikal,” jelasnya.

Kondisi itu, membuat Nisa kaget. Dia dan anggota keluarganya berusaha membantu korban dengan memberikan kopi agar darah yang keluar berhenti. Sementara TN langsung melarikan diri.

“Pelaku langsung pergi, balik ke rumahnya di belakang,” jelasnya.

Sementara itu, Sarah, ibu korban mengaku, kejadian tersebut diketahuinya setelah mendengar keributan anak-anaknya.

“Kasih kopi, kasih kopi, akhirnya saya keluar lihat ada apa, rupanya anak saya kenak tetak,” ungkapnya.

Tak menunggu lama, dia pun langsung menghubungi Polsek Pontianak Selatan. Sedang sang suami berusaha mengejar pelaku. Empat polisi pun datang membawa pelaku. Sementara korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Ada 20 jahitan, mau dioperasi ada urat yang putus kita tak mampu, jadi bawa pulang,” jelasnya.

Sarah mendesak polisi menindak tegas terduga pelaku. Sebab dia mendapatkan informasi bahwa pelaku tak bisa diproses karena merupakan anak di bawah umur.

“Kami minta di proses sesuai UU yang berlaku. Kami tak ingin kejadian ini berulang,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan TN bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, terduga pelaku sudah sering meresahkan masyarakat. Kaca rumahnya juga pernah pecah akibat ulah TN.

“Terakhir pecahkan kaca rumah saya. Untuk itu kita mau dia diproses. Apalagi sampai sekarang tak ada tanggung jawab bahkan datang minta maaf pun tak ada,” pungkasnya.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan mengatakan bahwa terduga pelaku saat ini masih dalam pemeriksaa. Mereka pun berkoordinasi dengan Lapas anak.

“Jika dari lapas anak menerima, dan Bapas juga menerima kita langsung melakukan penitipan dan penahanan di lapas anak, karena kita (Polsek) tidak bisa,” terangnya.

Dia memastikan proses hukum terus berjalan. Jika seandainya lapas anak tidak mau menerima penitipan maka terduga pelaku sementara dilepaskan menunggu berkasnya perkaranya dinyatakan lengkap.

“Apabila sudah P-21 atau berkas dinyatakan lengkap anak tersebut akan dijemput dan diserahkan ke lapas anak,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *