Tingkatkan Produktivitas Tiga Perusahaan Agrikultur Kalbar Tambah Daya PLN

LISTRIK PREMIUM - Salah satu pabrik perusahaan yang menggunakan listrik premium PLN.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Untuk meningkatkan produktivitas pabrik, PT. Wilmar Cahaya Indonesia (WCI), PT. Joseph Tresna Karya (JTK), dan PT. Kalimantan Kelapa Jaya (KKJ)  menambah daya listrik dan menikmati layanan listrik premium PLN. Acara selebrasi penyalaannya dilaksanakan di masing-masing lokasi pabrik, Rabu (25/11/2020) .

Menurut Kepala Unit PT. Wilmar, Muhammad Erwin, penambahan daya listrik untuk mengantisipasi peningkatan produktivitas pabrik karena ada penambahan jenis produk yang dihasilkan. Perusahaan agrikultur yang selama ini mengolah biji sawit menjadi produk minyak goreng, sabun, bahan baku kosmetik, dan lain-lain ini juga akan segera memproduksi minyak tengkawang.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan daya listrik dengan mutu yang andal sangat kami butuhkan untuk peningkatan produktivitas mesin di pabrik kami. Mengingat sistem kerja mesin kami saat ini menggunakan sistem digital sehingga rentan terhadap gangguan listrik, dan layanan premium PLN adalah jawabannya. Kami akan fokus pada bisnis yang kami jalankan, sementara urusan listriknya kami serahkan kepada PLN,” ungkap Erwin.

Sementara itu, Suyatno, Project and Utility Manager PT. KKJ mengatakan bahwa listrik yang andal diperlukan untuk mesin-mesin di pabrik mereka yang baru yang direncanakan akan beroperasi pada minggu ketiga bulan Desember. Perusahaan yang terletak di Jalan Raya Nusapati, Kabupaten Mempawah ini fokus pada pengolahan daging dan air buah kelapa untuk kebutuhan ekspor ke beberapa negara Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, Brazil, dan Argentina.

“Mesin-mesin baru kami  berteknologi Eropa dengan sistem digital, sehingga sangat peka terhadap gangguan listrik meski hanya sesaat. Gangguan tersebut dapat berakibat fatal pada proses produksi yang sedang dijalankan. Kami berharap dengan melakukan penambahan daya serta layanan premium kekhawatiran kami terhadap terjadinya gangguan listrik dapat teratasi,” tutur Suyatno.

Senada, Senior Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Kalbar, Samuji, mengatakan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya upaya para pelaku bisnis dan industri dalam meningkatkan produktivitas usahanya melalui kesiapan serta keandalan pasokan listrik.

“Kami berharap bisnis di Kalimantan Barat dapat terus tumbuh sehingga berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” kata Samuji.

Menurutnya, di masa pandemi ini, bisnis agrikultur masih tetap eksis dan terus berkembang. PLN juga memahami di masa pandemi ini banyak usaha-usaha yang terdampak, sehingga konsumsi listriknya berkurang. Pemerintah melalui PLN memberikan stimulus Covid-19 dengan menghilangkan jam nyala minimum, sehingga pelanggan bisnis dan industri hanya membayar sesuai dengan apa yang dipakai.

“Kami terus berupaya meningkatkan mutu layanan, salah satunya dengan layanan premium sehingga suplai tenaga listrik ke pelanggan dapat lebih andal dan bermutu. Kami menilai keberadaan perusahaan agrikultur memberikan dampak positif bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Mereka akan menyerap tenaga kerja, serta usaha kecil akan tumbuh di sekitar pabrik sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Keberadaan perusahaan agrikultur yang mengolah buah kelapa juga dapat memajukan Koperasi Unit Desa yang menyerap hasil panen kelapa masyarakat setempat,” pungkas Samuji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *