120 UMKM Pontianak Semangat Ikut Pelatihan PLN Kalbar

LATIH - Sebanyak 120 pelaku UMKM di Kota Pontianak dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan usaha dari program Coorporate Social Responsbility (CSR) 'PLN Peduli' di Kampung Literasi Selamat (Kalise) Smart Village Binaan PLN Kalbar, Jalan Selamat 1 Sungai Jawi Dalam, Pontianak, 31 Oktober hingga 6 November lalu.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 120 pelaku UMKM di Kota Pontianak dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan usaha dari program Coorporate Social Responsbility (CSR) ‘PLN Peduli’ di Kampung Literasi Selamat (Kalise) Smart Village Binaan PLN Kalbar, Jalan Selamat 1 Sungai Jawi Dalam, Pontianak, 31 Oktober hingga 6 November lalu.

Berbagai jenis pelatihan keterampilan usaha yang dilaksanakan antara lain; keterampilan hantaran pengantin, berbagai kreasi pokok telok, membuat berbagai kreasi makanan tradisional, kerajinan tangan berbahan dasar limbah seperti kertas koran, plastik, sabun, akrilik, dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Warnida (32), salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa materi yang diajarkan sangat bermanfaat dalam menambah jenis usaha yang selama ini dijalankannya. Wanita cekatan yang selama ini membuat penganan yang dijual di warung-warung kopi di bilangan Sungai Jawi ini mengaku akan menambah jenis kue-kue tradisional yang selama ini dibuatnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN dan Kalise yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini. Ilmu dan keterampilan yang saya dapatkan sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha yang selama ini saya jalankan,” kata Warnida tersenyum penuh semangat.

Annisa Maharani Nasran, Ouwner Kalise Smart Village, mengatakan kegiatan yang digelar PLN Kalbar ini sangat diminati para pelaku UMKM yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme para pendaftar, dalam satu minggu waktu pendaftaran dibuka, sudah banyak yang mendaftar.

“Kami terpaksa membatasi jumlah peserta yang ikut pelatihan karena mengikuti anjuran Pemerintah untuk memperhatikan aspek protokol kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Makanya, setiap jenis pelatihan kami batasi pesertanya maksimal berjumlah 20 orang,” jelas Annisa.

Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, masih merebaknya pandemi Covid-19 tentunya sangat berdampak pada para pelaku usaha kecil dan menengah. Banyak usaha yang dijalankan mengalami penurunan pendapatan bahkan beberapa diantaranya mengalami kebangkrutan.

Untuk melaksanakan kegiatan ini pihaknya telah mengeluarkan bantuan melalui dana CSR sebesar Rp150 juta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan para pelaku UMKM dalam membaca peluang bisnis yang lebih memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang di masa pandemi ini, tentunya melalui keterampilan usaha yang diajarkan dalam pelatihan,” ungkap Ari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *