616 Tumbuhan Arboretum Sylva Untan Terancam Pembangunan Pagar Batas Fakultas Pertanian

PASANG - Petugas memasang patok penanda pembangunan pagar Fakultas Pertanian di kawasan Arboretum Sylva Untan, kemarin.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 616 spesies tumbuhan di kawasan Arboretum Sylva Untan diprediksi terdampak pembangunan pagar batas Fakultas Pertanian. Kondisi ini membuat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kehutanan bereaksi. Mereka mengaku kecewa dengan langkah sepihak yang dilakukan Rektor Untan, Prof Garuda Wiko.

“Kami BEM Fakultas Kehutanan sangat menyayangkan keputusan sepihak yang dilakukan Rektor, karena merugikan Arboretum itu sendiri,” kata Ketua BEM Kehutanan Untan, Jero Haryono, Rabu (2/12/2020).

Bacaan Lainnya

Jero mengatakan, pihaknya menolak pembangunan pagar batas. Sebab jika rencana itu dilakukan ada sekitar 616 tumbuhan yang kena dampak. Termasuk kayu ulin (belian) dan tengkawang.

Dia pun ingin ruang negosiasi dengan semua pihak dibuka sebelum rencana itu dilakukan. Jero meminta batas yang disepakati adalah batas eksisiting yang sudah ada parit sejak 30 tahun silam.

“Jika ada hasil dan benang merah barulah bisa dilaksanakan. Kalau belum ada kesepakatan tapi sudah ada giat pembangunan maka kami akan terus menolak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rektor Untan, Prof Garuda Wiko berencana mengurangi lahan kawasan Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura (Untan). Ruang terbuka hijau yang luasnya hanya 3,2 hektare itu, dikurangi untuk pembangunan lokal kampus Program Studi Perikanan dan Peternakan Fakultas Pertanian. Dari informasi awal, lahan yang akan dibangun seluas satu hektar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *