Bea Cukai Entikong Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp289 Juta

MUSNAHKAN - Bea Cukai Entikong dan stakeholder terkait memusnahkan barang sitaan periode 2019-2020 senilai ratusan juta rupiah, Rabu (2/12/2020).

SANGGAU, insidepontianak.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Entikong memusnahkan beragam jenis barang hasil penindakan periode 2019 hingga September 2020. Barang milik negara yang dimusnahkan itu diantaranya produk hasil tembakau, makanan, kosmetik, obat-obatan, minuman ringan dan balon mainan.

“Hari ini (kemarin, red), kami melakukan pemusnahan barang hasil penindakan periode 2019-2020 di PLBN Entikong, jalur tradisional, operasi bersama antara TNI, Polri dan kegiatan operasi pasar barang kenai cukai,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, Ristola Nainggolan, Rabu (2/12/2020).

Bacaan Lainnya

Barang yang dimusnahkan dengan cara dibakar ini berupa produk hasil tembakau senilai kurang lebih Rp142 juta serta makanan, kosmetik, obat-obatan, minuman ringan, balon mainan dan lain-lain senilai kurang lebih Rp147 juta.

“Jadi nilai total barang milik negara hasil penindakan yang dimusnahkan sebesar Rp289.142.063,” ujar Ristola.

Barang-barang ini telah disetujui untuk dimusnahkan melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-170/MK.06/WKN.11/KNL.01/2020 tanggal 23 November 2020 dan Nomor S-172/MK.06/WKN.11/KNL.01/2020 tanggal 24 November 2020.

Pemusnahan barang ini sesuai dengan Pasal 33 huruf d Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian terhadap Barang yang Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara.

“Pemusnahan dilakukan dalam hal barang menjadi milik negara tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan dan tidak dapat dihibahkan, tidak mempunyai nilai ekonomis, dilarang diekspor atau diimpor dan berdasarkan peraturan perundang-undangan harus dimusnahkan,” imbuhnya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan dukungan sinergi dari unsur CIQS dan aparat penegak hukum lainnya.

“Kami berkomitmen untuk menjaga perbatasan darat dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal,” pungkas Ristola.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *