Kadinsos Sanggau Beberkan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana PKH

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB) Kabupaten Sanggau, Aloysius Yanto.

SANGGAU, insidepontianak.com – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB) Kabupaten Sanggau, Aloysius Yanto menjelaskan adanya dugaan penyelewengan dana Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) 13 orang di Dusun Pagar Silok, Desa Balai Ingin, Kecamatan Tayan Hilir.

Dalam kasus itu, pihak Kecamatan Tayan Hilir sudah melakukan mediasi antara KPM dengan pendamping PKH.

Bacaan Lainnya

“Tanggal 27 mereka mengadakan pertemuan yang difasilitasi Camat Tayan Hilir berdasarkan laporan 12 KPM. Tapi yang mewakili waktu itu ada 7 PKM dengan pendamping PKH. Dari pertemuan itu disepakati akan diselesaikan pada tanggal 7 Desember 2020 di Desa Balai Ingin,” ujar Aloysius, Rabu (2/12/2020).

Dalam pertemuan tanggal 7 Desember 2020 itulah nantinya, kata dia, akan terungkap persoalannya.

“Dipertemuan itu nanti akan terlihat siapa yang bertanggungjawab. Apakah pendamping PKH atau ada hal-hal lain yang oleh KPM tidak paham, karena memang di PKH itu tiap KPM sesuai komponen dia terima dan biasanya kalau tiga bulan tidak diambil uang itu bisa kembali,” bebernya.

Akan tetapi, jika memang terjadi penggelapan hak KPM yang dilakukan oleh oknum, Aloysius mendorong untuk diproses hukum.

“Tetapi apabila pada pertemuan tanggal 7 Desember nanti yang bersangkutan mengakui kesalahan dan bertanggungjawab sepenuhnya dan diterima semua pihak, saya pikir itu salah satu solusi,” ungkapnya.

Sebelummya, 12 KPM dari Dusun Pagar Silok, Desa Balai Ingin, Kecamatan Tayan Hilir mempertanyakan bantuan pemerintah dalam program PKH sejak 2017 hingga 2020 yang belum mereka terima. Jumlahnya mencapai Rp113 juta. Mereka menduga, bantuan pemerintah yang mestinya mereka terima diselewengkan oleh oknum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *