Denda Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Pontianak Capai Rp200 Juta, Bukti Kepatuhan Rendah

RAZIA - Petugas Satpol-PP, TNI dan polisi merazia protokol kesehatan di sejumlah warung kopi di Jalan Hijas, Pontianak, Kamis (3/12/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan hingga kini, denda sanksi pelanggaran protokol kesehatan di Pontianak mencapai Rp200 juta. Hal ini jadi gambaran rendahnya kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam menerapkan pencegahan penyebaran Corona.

“Sekarang sanksi terhadap masyarakat dan pengusaha totalnya hampir Rp200 juta,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, Kamis (3/12/2020).

Bacaan Lainnya

Edi menyebut perkara kepatuhan memang menyangkut banyak faktor. Perbedaan persepsi soal pandemi yang tak tampak ini pun bikin protokol kesehatan diabaikan.

“Di lapangan masyarakat macam-macam pemahamannya tentang regulasi, perda dan undang-undang saja kadang dianggap tak ada, sehingga mereka tetap melanggar. Tentu kita tidak harus pesimis, tapi tetap edukasi dan sosialisasi, bahkan sanksi jika pelanggaran itu berulang,” sebutnya.

Tak jarang, masyarakat juga saling membandingkan kebijakan di satu daerah dengan daerah lain. Padahal tiap wilayah punya perkaranya sendiri. Yang utama adalah memutus mata rantai penyebaran Corona.

“Tugas pemerintah yang optimal harus disiapkan, fasilitas kesehatan, yang pencegahan serta pemulihan ekonomi,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *