Manfatkan Tenaga Air Terjun, Poltak Siap Wujudkan Listrik Pulau Karimata Menyala 24 Jam

PERBAIKI - Miswan Edy Susanto alias Poltak saat memperbaiki alat di bengkelnya di Sukadana, beberapa waktu lalu.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Melihat kondisi masyarakat Kepulauan Karimata yang belum dapat merasakan listrik PLN, Miswan Edy Susanto atau yang akrab disapa Poltak ini melakukan survei ke Karimata. Keahlian membikin pembangkit listrik tenaga pichohydro akan dimanfaatkannya. Aliran air sungai atau air terjun akan difungsikan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik.

“Kami sudah mengajukan proposal agar ada yang bisa mendukung program ini,” terang Poltak, Kamis (3/12/2020).

Saat ini, baik masyarakat maupun pemerintah menunjang listrik masyarakat Kepulauan Karimata dengan tenaga mesin genset. Cara ini butuh biaya operasional besar.

“Saya berani jamin kalau untuk genset paling mampu setahun karena pemeliharaan. Sementara kalau pichohydro ini pemeliharaannya sangat murah, kita memanfaatkan sumber alam untuk tenaga alternatif,” tambahnya.

Selain itu, keuntungan pembangkit listrik pichohydro, masyarakat akan menjaga hutan dan alam sekitar.

Berdasarkan hasil surveinya, besaran anggaran untuk merealisasikan listrik bertenaga air terjun Bidadari ini kurang lebih Rp1 miliar. Selain itu, biaya pemeliharaan per tahunnya pun sangat murah bila dibandingan listrik dari genset.

“Karimata itu, saya sudah ada buat estimasi biaya, kalau untuk air terjun Bidadari tidak sampai Rp1 miliar, masyarakat sekitar sudah bisa merasakan listrik,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *