Kemenperin Wujudkan IKM Gula Semut Pakai Mesin Otomatisasi

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.(Kemenperin)

JAKARTA, insidepontianak.com – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi sektor manufaktur di dalam negeri, termasuk industri kecil menengah (IKM), untuk bertransformasi menuju era industri 4.0. Tujuan dari upaya memanfaatkan kemajuan teknologi dan konektivitas internet ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi waktu produksi serta penyajian data secara real time sehingga mampu mendongkrak daya saingnya secara global.

Salah satu wujud nyatanya, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin mendorong para pelaku IKM nasional agar menyiapkan diri dalam memasuki era industri 4.0 dengan mengikuti program Pendampingan Otomasi Produk Bagi IKM Permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Implementasi yang dilakukan dalam program tersebut adalah sistem alat kontrol otomatisasi yang dapat membantu proses oven gula semut konvensional produksi CV Rumah Mesin,” ungkap Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Dirjen IKMA menjelaskan, oven gula semut produksi CV Rumah Mesin yang sebelumnya masih konvensional dengan mengandalkan campur tangan manusia dan belum mampu memberikan hasil yang konsisten, menjadi terotomatisasi oleh alat yang dikembangkan PT Bogortech Pratama Internusa sebagai penyedia teknologi (technology provider).  PT Bogortech Pratama Internusa merupakan salah satu pemenang kompetisi yang diinisiasi Kemenperin, yaitu Startup4Industri tahun 2019.

“PT Bogortech Pratama Internusa ini merancang dan membuat sebuah alat bernama BT-Smart Temp X yang merupakan alat kontrol otomatisasi yang dapat membantu oven konvensional menjadi otomatis dalam proses pemanasan, mengatur waktu perubahan temperatur oven, serta monitoring realtime suhu yang terintegrasi dalam satu sistem,” paparnya.

Lebih lanjut, Gati menerangkan bahwa BT-Smart Temp X memiliki tampilan LCD display untuk menunjukan nilai suhu dan waktu, beserta tombol input untuk melakukan setting. Alat ini memiliki enam mode setting proses yang bisa disesuaikan dengan kondisi bahan baku gula semut dan dapat tersimpan permanen di dalam alat.

“Sederhananya, alat ini akan menggantikan keterlibatan manusia dengan cara mematikan solenoid valve gas secara otomatis apabila nilai temperatur yang diinput tercapai,” imbuhnya. Oven tersebut juga bekerja secara otomatis sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, sehingga dapat mengurangi faktor kesalahan manusia dan menghasilkan kualitas gula semut yang lebih konsisten.

Keunggulan lain alat ini adalah memiliki komponen sensor serta display yang ekonomis dibandingkan dengan alat sistem kontrol industri di pasaran. “Hal ini tentu saja merupakan komitmen PT Bogortech Pratama Internusa untuk mendukung perkembangan IKM dalam negeri khususnya dalam bidang otomatisasi mesin proses,” tutur Gati.

PT Bogortech Pratama Internusa merupakan startup yang berdiri sejak tahun 2012 dan bergerak di bidang Panel Otomasi, Panel Distribusi, AGV Robot, dan Mesin Industri untuk manufaktur. PT Bogortech Pratama Internusa berharap dengan teknologi yang dimiliki dapat berguna dan berkolaborasi dalam memberikan solusi inovatif dan terdepan untuk industri manufaktur, dalam hal ini adalah CV Rumah Mesin selaku IKM Permesinan TTG.

Kegiatan penutupan pada program pendampingan otomatisasi bagi pelaku IKM, juga bersamaan dengan uji coba dan serah terima prototype Oven Gula Semut yang sudah diotomatisasi dengan BT-Smart Temp X kepada CV. Agro Berdikari, yang merupakan salah satu IKM produsen Gula Semut di Kebumen yang sudah mampu ekspor.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan pendampingan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas gula semut produksi CV Agro Berdikari, serta mampu menggugah para pelaku IKM utamanya produsen Gula Semut untuk memanfaatkan mesin atau peralatan yang sudah terotomatisasi buatan dalam negeri dalam rangka peningkatan efisiensi proses produksi dan kualitas produknya,” ujar Gati.(kemenperin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *