Agustiawan Tak Jadi Pulang ke Pontianak Lantaran Dilarang Ibu

Agustiawan
Agustiawan (baju putih) saat di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 menyisakan trauma mendalam bagi Agustiawan, mahasiswa pascasarjana di Universitas Negeri Yogyakarta.

Meski Agus tak jadi korban, karena membatalkan penerbangan, namun warga Kota Singkawang ini mengaku trauma dengan kejadian yang terjadi di daerahnya sendiri.

Bacaan Lainnya

Agus menceritakan, awalnya dia hendak pulang ke Singkawang, Sabtu (9/1/2021). Dia berencana  menggunakan pesawat type B737-500 rute Jakarta-Pontianak pukul 13.25 WIB. Kepulangan itu, demi melihat ibunya yang sedang sakit dirumahnya di Jalan Gunung Sari, Gang Bukit 1 Pasiran.

“Saya berencana pulang  ke Pontianak jenguk ibu sakit dengan maskapai Sriwijaya. Namun, rencana itu saya batalkan karena ibu melarang,” kata Agustiawan kepada Insidepontianak.com, Sabtu (9/1/2021).

Agus bersyukur mengikut nasihat ibunya dan membatalkan pembelian tiket. Jika tidak, dia menjadi salah satu korban dari jatuhnya pesawat.

Selain dilarang ibu, batalnya rencana Agus juga mempertimbangkan ujian akhir semester yang masih berjalan, serta belum ada kepastian penyerahan SK CPNS di Pemkot Singkawang.

Kendati demikian, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini yakin, apa yang terjadi saat ini tak kebetulan. “Allah punya rahasia di balik peristiwa itu,” jelasnya.

Meski tak menjadi korban, Agus dilanda trauma dengan peristiwa di daerahnya sendiri. Dia pun belum siap untuk kembali pulang ke kampung halaman.

“Walaupun kita sadar bahwa musibah bisa datang kapan dan di mana. Namun, saya sebagai manusia biasa ada rasa cemas, takut dan membayangkan para korban dan sanak saudara,” terangnya.

Dirinya pun tak henti-hentinya dihubungi teman dan sahabat melalui telepon. Mereka tahu, Agus pulang hari ini dengan maskapai Sriwijaya.

“Kita berdo’a agar ada kabar baik dari seluruh penumpang pesawat Sriwijaya Air,” pungkasnya. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *