Korban Pesawat Sriwiya Air SJ 182, Dinda Amelia Pamit ke Jakarta Rayakan Ulang Tahun

Ibu Korban
Lena, ibu Korban Pesawat Sriwiya Air SJ-182, Dinda Amelia. Abdul H/Inside Pontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Namanya Lena. Sedari tadi terlihat sesunggukan. Sebuah telepon genggam dipegangnya dengan erat. Telepon genggam itu berisi gambar, remaja berjilbab. Sesekali diguncang dan dilihat gambar itu dengan lebih dalam.

Ia seakan ingin mendekap dan berbisik. Memanggil nama sang anak. Tangisnya semakin terisak, tatkala dapat informasi dari Basarnas Pontianak. Ada enam kantong potongan jenazah, korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, ditemukan di perairan Kepulauan Seribu.

Bacaan Lainnya

Ya, anaknya adalah satu dari 62 orang di kabin pesawat Sriwijaya Air. Anak perempuan bungsunya bernama Dinda Amelia. Usianya, 15 tahun. Ia belum ditemukan hingga sekarang.

Warga Kubu Raya yang memiliki tiga anak itu, mengalami syok. Ia berharap mukjizat Tuhan. Dalam tangisnya, Lena minta anaknya segera pulang.

“Adek, pulang nak. Ini mama nak. Mama sayanga adek, nak,” ucapnya sesunggukan, sembari melihat foto anaknya di telepon genggam, di Crisis Centre Graha Chandra Dista Wiradi, Supadio, Minggu (10/1/2021) sore.

Sesekali, ia bercerita kepada para jurnalis. Sembari menyeka air mata, Lena bercerita, anaknya ke Jakarta, pada 27 Desember 2020.

“Kemarin pas berangkat, hari ulang tahun dia. Tanggal 27. Masih 15 tahun umurnya. Dia ke Jakarta ikut tante (Ibu Kadis Log Lanud Supadio) liburan,” ucapnya tersedu-sedu.

Keluarga Lena sangat dekat dengan Kadis Log Lanud Supadio. Lena sudah bertahun-tahun kerja di sana. Sehingga anaknya sudah dianggap seperti keluarga oleh Kadis Log dan istri.

“Tante ajak dia. Saya bilang boleh bu,” katanya.

Namun, siapa sangka musibah tersebut terjadi. Takdir tak dapat ditolak. Pesawat yang ditumpangi Dinda alami kecelakaan. Pesawat itu jatuh di antara Pulau Laki dan Lancang di Kepulauan Seribu.

“Saya ngenang dia (Dinda Amelia). Dia itu sama saya terus,” ucapnya.

Kepala SAR Pontianak, Yopi Haryadi memastikan, Basarnas sudah menemukan sejumlah potongan jenazah korban berikut serpihan pesawat.

“Basarnas sudah mengkonfirmasi, ada enam kantong dari body part korban yang sudah ditemukan. Dan sudah diserahkan ke DVI, untuk dilaksanakan proses identifikasi,” ucap Yopi Haryadi.

Sesuai kewenangan, hasil identifikasi terhadap potongan jenazah korban yang berhasil ditemukan itu, akan disampaikan pihak DVI.

“Enam kantong ini, bukan berarti enam korban sudah ditemukan. Enam kantong ini hanya bagian dari beberapa tubuh korban,” katanya.

Selain itu, Yopi juga mengkonfirmasi, Tim SAR berhasil mengidentifikasi lokasi keberadaan Black Box pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Namun, proses pengangkatannya akan dilakukan pihak KNKT.

“Jadi, KNKT yang akan konsentrasi untuk melaksanakan pengangkatan Black Box tersebut. Basarnas akan fokus kepada proses pencarian korban,” ujarnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *