Rafiq Berencana ke Jakarta, Berharap Temukan Informasi Istri Korban Tragedi Sriwijaya SJ-182

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alqadri, memberi semangat ke Rafiq Syarif Alidrus, suami korban pesawat Sriwijaya SJ-182 atas nama Panca Widia Nursanti, Senin (11/1/2021). (Abdul/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Raut wajah Rafiq Syarif Alidrus tampak lelah. Sesekali air matanya menetes di sela kaca mata. Gerak langkahnya pelan. Suaranya lirih. Pertanda pasrah.

Sudah tiga hari ini, dia mondar-mandir sendiri di posko Crisis Centre Gedung Serbaguna Graha Chandra Dista Wiradi. Menunggu kabar sang istri, Panca Widia Nursanti yang tak kunjung jelas.

Bacaan Lainnya

“Saya pasrah aja. Namanya musibah. Gak ada pihak yang juga disalahkan. Semua udah kehenda-Nya. Saya ikhlas,” kata Rafiq sambil menyeka air mata.

Ya, istri Rafiq turut menjadi korban bersama 55 orang dalam tragedi pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Ayah empat anak itu, berencana ke Jakarta hari ini. Dia ingin mendapat informasi segera yang berkaitan dengan sang istri. Apa pun itu. Termasuk jika ditemukan barang-barang istri akan dibawa pulang.

“Insyaallah. Saya berharap bisa melihat apa pun yang berkaitan dengan istri saya. Untuk menjelaskan ke anak dan keluarga saya. DNA anak saya juga sudah diambil. Sudah dikirim ke Jakarta,” ucapnya.

Rafiq memohon, pihak maskapai Sriwijaya Pontianak, dan otoritas Bandara Supadio memberikan kemudahan untuk keberangkatannya tersebut. Termasuk memudahkan syarat PCR yang kini sedang berlaku bagi pelaku perjalan udara.

Istri Rafik, Widia Nursanti merupakan guru di SMK Negeri 3 Pontianak. Dia berangkat ke Jakarta Sendiri. Saat momen liburan tahun baru, kemarin. Tujuannya menjenguk orang tua yang tinggal di Tegal. Rancana awal, Rafiq dan empat anaknya juga ingin ikut. Namun batal. Karena ada urusan lain.

“Jadi dia sendiri yang pulang. Harusnya tanggal 2 (Januri) istri saya sudah pulang ke Pontianak. Tapi karena dari Kalbar ini berlaku syarat PCR, ya sudah, urus PCR dulu. Bayar Rp1,4 juta. Dia sampai ke bandara Soeta jam 4 subuh kemarin,” kata Rafiq Sabtu kemarin.

Semula, sang istri hendak naik maskapai Nam Air. Tiket sudah dibooking. Namun,  setelah cek in, tiba-tiba digeser ke maskapai Sriwijaya. “Ya sudahlah saya bilang,” ucpanya.

Rafiq terakhir kontak dengan istrinya pukul 14.05 WIB Sabtu 9 Januri 2021 via WhatsApp. Sebelum berangkat, istrinya memang bilang cuaca buruk dan minta didoakan. Agar perjalanan pulang Pontianak selamat.

“Saya bilang, salawat banyak-banyak bu. Itu terkhir saya kontak. Dia janji, kalau sampai Pontianak, mau makan sama-sama. Dia bawakan saya oleh-oleh. Tahu Aci,” kenang Rafiq.

Nahas, pesawat yang ditumpangi sang istri, hilang kontak. Informasi itu diterima Rafiq Sekitar pukul 17.00 WIB. Ia pun panik. Segera mencari info akurat. Datang ke bandara. Bersama anak sulungnya. Sedangkan tiga anak yang lain menunggu kabar di rumah.

Ternyata, informasi di Bandara Supadio menyatakan musibah tersebut benar terjadi. Ia pun langsung melaporkan data riwayat istrinya. Berharap bisa segera ditemukan.

Mewakili istri, Rafiq juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang-orang yang mengenal. Termasuk rekan-rekan kerja istrinya di SMK Ngeri 3 Pontianak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *