Rencana Ngunduh Mantu Ihsan-Putri Lenyap Bersama Tragedi Sriwijaya Air

Kirim Doa
DOA BERSAMA -Keluarga Ihsan Adhlan Hakim (33), penumpang pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak menggelar doa bersama di rumah ayahnya H Nasir , di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Ikrar nomor 41, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (11/1/2021) siang. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Lantunan ayat suci  Alquran menggema di rumah H Nasir, Jalan Tabrani Ahmad, Gang Ikrar Nomor 41,  Kecamatan Pontianak Barat, Senin (11/1/2021) siang. Hari itu, doa bersama kembali digelar.

Sejumlah  keluarga dan handai tolan hadir.  Mereka mengirimkan doa untuk sang anak, Ihsan Adlan Hakim (33) beserta istrinya Putri Wahyuni (25). Pasangan suami-istri yang menikah pada Maret 2020, merupakan penumpang pesawat nahas Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak sejak Sabtu (9/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ihsan dan Putri pulang ke kampung halaman mempersiapkan resepsi pernikahan yang digelar  pekan depan. Namun, tak ada yang menyangka. Pesawat yang ditumpanginya bermasalah dan jatuh di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Hingga kini, belum ada kabar pasti keduanya. Keluarga terus berharap kabar baik terus didapatkan.

Sejak pesawat Boeing 737-500 hilang kontak, sejumlah kerabat dan sahabatnya terus berdatangan. Mereka, ingin memastikan keduanya baik-baik saja. Begitu pun Nasir sekeluarga yang terus menanti kabar. Televisi di rumah terus menyala. Informasi seputar pencarian terus dihimpun. Berharap ada kabar baik untuk anak dan menantunya.

Rencana kepulangan Ihsan Sabtu itu, memang  telah dinanti-nanti. Sebab, tanggal 16 Januari nanti akan digelar acara ngunduh mantu di  Pontianak Convention Center (PCC). Sebelumnya  keduanya telah menikah pada 7 Maret 2020 lalu di Pekanbaru, Riau.

Hari bahagia Ihsan bahkan telah dipersiapkan matang. Sebelumnya, rencana itu sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Tak heran, momen itu sangat dinantikan. Bahkan undangan telah disebar.

“Sudah 90 persen, termasuk undangan telah disebar, jadi dia ke Pontianak dalam rangka resepsi  ngunduh mantu,” kata Nasir dengan mata berkaca-kaca.

Awalnya, jadwal keberangkatan Ihsan pukul 07.00 WIB. Pesawat yang ditumpangi Nam Air. Namun, sesampainya di bandara Soekarno-Hatta rencana itu berubah. Ihsan dan Istrinya mendapat informasi bahwa pesawat Nam Air delay atau ditunda keberangkatannya hingga pukul 13.20 WIB.

“Jadi dia dari pagi sudah di bandara, ternyata pesawatnya masih delay lagi sampai dengan pukul 14.00 WIB baru naik pesawat. Itu pun beda pesawat jadi Sriwijaya Air,” ungkapnya.

Ketika berada di pesawat, Ihsan sempat berkomunikasi via telepon dengan adiknya. Dia  mengabari sudah di pesawat dan minta dijemput di bandara. Tak disangka, itu menjadi telepon terakhir Ihsan. Saat itu, tak ada pesan yang disampaikan.

Nasir dan keluarga pun tak memiliki firasat apa pun. Semua ditutup dengan biasa. Pukul 15.00 WIB anaknya berangkat ke bandara menjemput. Namun, tunggu punya tunggu tak ada kabar yang didapatkan. Handphone Ihsan tak aktif. Pukul 16.00 WIB giliran Nasir yang menyusul.

Dari keterangan petugas hari itu, jadwal keberangkatan untuk pesawat tersebut ditunda. Namun Nasir berkali-kali bertanya ke petugas soal  kabar keterlamabatan pesawat yang ditumpangi anak dan menantunya. Namun belum ada jawaban pasti. Sampai di bandara mulai berdatangan kerabat-kerabat dari penumpang lain yang juga menanyakan hal serupa.

“Lalu keluarga penumpang buka Google Maps. Di situ baru tau sekitar lima menitan dari pesawat take off, sampai ke titik tertentu pesawat berhenti, setelah itu lost kontak,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada kabar terkait anak dan menantunya itu. Namun, sejak kemarin pihak maskapai sudah memberi kepastian bahwa pesawat yang ditumpangi Ihsan jatuh. Hanya saja korban masih dilaksanakan pencarian. “Sampai saat ini belum ada kabar terbaru terhadap Ihsan dan istrinya. Kita berharap ada mukjizat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *