Selamat Jalan Dosen Lantang

Pengamat ekonomi Untan, Ali Nasrun.

PONTIANAK, insedepontianak – Sekitar Juli 2020 lalu, puncak pandemi Covid-19, melumpuhkan semua sektor ekonomi di Kota Pontianak. Gelombang PHK tak terhindarkan. Banyak karyawan dirumahkan.

Praktis, kegiatan kreditur masyarakat macet ketika itu. Tapi, beberapa perusahaan leasing, masih saja melakukan tagihan. Tak sedikit nasabah mengeluh.

Bacaan Lainnya

Ali Nasrun bersuara lantang. Dosen dan pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) itu marah. Suaranya keras. Perusahaan leasing dianggap tak berempati. Masih jadi lintah darat, saat nasabahnya terjepit ekonomi.

“Padahal mereka sudah bertahun-tahun untung. Harusnya, saat ini waktunya bantu masyarakat. Kondisi sekarang tidak tepat bicara untung rugi. Kita semua rugi. Yang kuat harus saling bantu,” kata Ali Nasrun ketika itu.

Tak lama, kritik Ali Nasrun ditayangkan di media kami, lalu muncullah program relaksasi kreditur itu. Yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berupa penundaan angsuran. Selama enam bulan.

Ali Nasrun sangat kritis terhadap kebijakan ekonomi di masa pandemi. Dia sangat memperhatikan nasib para pelaku UMKM yang ikut terpuruk.

Beberapa kali, dia mendorong pemerintah agar membuat kebijakan strategis, menyelamatkan pelaku UMKM. Salah satunya mendorong stimulus permodalan. Sebab, menurutnya, UMKM adalah ujung tombak kekuatan ekonomi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *