Pelesir ke KKU, Indahnya Pesona Pesisir dan Lezatnya Kerang Bambu

Canggai, Kerang Bambu
Canggai, Kerang Bambu yang dijual di pantai Kayong Utara. (Dok. Disporapar KKU)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Berpelesir ke kawasan pantai Kayong Utara, kini makin lengkap dengan suguhan makanan khas daerah. Pemerintah setempat, menyandingkan pesona alam dan nikmatnya cita rasa khas pesisir untuk mengangkat sektor pariwisata.

Adalah Canggai, yang bakal dikenalkan ke para wisatawan. Canggai atau kerang bambu, makanan laut ini tidak banyak ditemui di sejumlah daerah di Kalbar. Sehingga menjadi nilai plus bagi Kayong Utara.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), berkomitmen mengembangkan dua potensi daerah tersebut. Nantinya, masyarakat setempat yang akan menyediakan kerang bambu ini.

“Salah satu sub sektor ekomomi kreatif, sub sektor kuliner. Tentu kuliner dari khas daerah. Salah satu contoh canggai yang memiliki cita rasa khas. Sehingga perlu dikembangkan dan dipromosikan,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) KKU, Tasfirani, kemarin.

Dia menyebutkan, pengembangan pariwisata ada empat hal yang mesti dilakukan untuk membangun jaringan potensi wisata. Di antaranya lembaga, destinasi, industri dan pemasaran pariwisata.

“Mesti dilakukan membangun kelembagaan, destinasi, industri dan pemasaran pariwisata, keempatnya harus dibangun bersama-sama,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pantai Mutiara, Desa Gunung 9, Juleha (33) menyambut baik pengembangan potensi wisata di Kayong Utara. Terlebih saat ini Pantai Mutiara mulai berbenah mempercantik kawasan wisata pantai.

“Ini akan mendongkrak perekonomian masyarakat juga. Apa lagi di lokasi wisata, salah satunya di pantai di Kecamatan Sukadana ini. Masyarakat yang ada sudah mulai berdagang, diantaranya menjual makanan hasil laut,” ungkapnya.

Dia menceritakan, untuk saat ini dirinya menjual canggai atau kerang bambu yang diperoleh dari masyarakat. Selanjutnya diolah dan menjadi hidangan bagi pengunjung pantai yang ingin membeli.

“Bisanya warga selesai mencari banyak jualnya ke kami. Orang nyari canggai saat air laut surut. Sekarang sudah ada pembeli tetap, berapa yang didapat pasti saya beli. Nanti dijual lagi, ada yang dimasak, dan juga ada yang dijual belum dimasak,” tambahnya.

Saat ini makanan canggai seperti sudah melekat dengan Pantai Mutiara. Karena canggai banyak dijumpai di sekitar pantai ini dan cocok dengan habitatnya. Bahkan, setiap pengunjung yang datang ke pantai selalu menanyakan canggai, karena penasaran dengan rasanya.

“Canggai dapat dimasak sambal, dengan bumbu, serai, cabe, tomat, bawang putih, bawang merah, tergantung selera. Bisa juga dimasak pakai santan. Satu porsi kita jual dengan nasi Rp 25.000,” terang Juleha.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *