Penanganan Stunting Butuh Peran Semua Pihak Termasuk Remaja

BKKBN Kalbar
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton. (Rezky/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton menyebutkan, semua pihak mesti terlibat dalam penanganan pertumbuhan anak kekurangan gizi atau stunting.

Hal tersebut, disampaikannya saat pelantikan Forum GenRe Kota Pontianak, Sabtu (6/2/2021). Dia pun berharap remaja Forum GenRe bisa membawa misi memberikan pemahaman akan pentingnya hidup sehat guan menekan stunting di Kalbar, khususnya Pontianak.

Bacaan Lainnya

“Semua masyarakat harus terlibat, termasuk anak-anak GenRe. Jangan sampai di Kalbar lahir anak stunting. Sehingga kita perankan juga remaja-remaja untuk menyosialisasikan pola hidup yang sehat dan benar,” ungkapnya.

Dirinya berharap, keterlibatan remaja bisa membantu menyuarakan informasi terkait pencegahan stunting. Seperti bagaimana pola hidup yang  sehat, pola ASI dan asuh, serta persiapan kehidupan berkeluarga nantinya.

“Karena salah satu penyebab stunting ini anemia. Jadi jika sudah anemia di saat remaja, bisa diberitahu di awal agar segera diobati,” jelasnya.

Selain anemia, permasalahan seperti pernikahan di usia dini juga menjadi faktor penyebab stunting.

“Kami coba melalui anak GenRe menyosialisasikan kepada remaja untuk menjaga dirinya, untuk persiapan pernikahan jika usianya sudah ideal. Termasuk pernikahan dini di Kalbar yang tinggi, diharapkan bisa mencegah jangan sampai anak-anak menikah di usia muda,” tutupnya. (rezky)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *