Raja Fajar Azansyah: Penjaga Perisai Alam dari Pesisir Mempawah

Raja Fajar Azansyah
Raja Fajar Azansyah saat menanam mangrove. (Ist)

Kakinya masih kotor belum dicuci. Kaos putihnya penuh bercak lumpur di badannya. Topi berdaun lebar di kepala menjadi ciri khas. Sore itu, dia menghabiskan sisa 1.000 batang mangrove yang ditanam, bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Pasir.

Sore hampir pudar. Matahari nyaris hilang ditelan laut. Namun, dia masih berada di hutan mangrove itu.

Bacaan Lainnya

Bagi lelaki bernama lengkap Raja Fajar Azansyah, hari itu tak terlalu sulit. Sebab, 10 tahun lalu, dia sudah memulai. Bersama dua temannya, Syafriansyah dan Ronny Priadi, dia membentuk relawan peduli lingkungan. Tiga orang itu, akhirnya menjadi faktor kunci, bagi suksesnya restorasi hutan mangrove, perisai alam di pesisir Mempawah.

Ketika itu, 2011, dia bertugas sebagai Kasubbag Perencanaan Keuangan Dinas Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPBD). Dia mondar-mandir di kantor. Pikirannya terusik dan prihatin.

Ada yang mengganjal. Satu pertanyaan belum dia temukan jawabannya. Kenapa di Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, tak ada kegiatan bertema lingkungan dikerjakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *