Viral Video Bocah Terikat Rantai, Dinsos Pontianak Berikan Penjelasan

DIRANTAI - Tangkapan layar, beredar video seorang anak berusia 8 tahun sedang makan di pinggir jalan, dengan kondisi tangan dan kaki terikat rantai. Video tersebut kemudian viral di Media Sosial (Medsos) sejak Kamis (12/02/2021).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Beredar video seorang anak berusia 8 tahun sedang makan di pinggir jalan, dengan kondisi tangan dan kaki terikat rantai. Video tersebut kemudian viral di Media Sosial (Medsos) sejak Kamis (12/02/2021).

Video tersebut diunggah oleh akun @pontianakinformasi, yang menjelaskan kondisi anak, serta lokasi ditemukan yang diperkirakan di sekitar Jeruju, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak, Darmanelly, menjelaskan pihak Dinsos Pontianak telah menjemput anak yang dirantai tersebut di kediamannya, Jalan Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara.

“Belakangan diketahui anak ini memang sering berjalan jauh hingga ke Jeruju, mungkin di saat orangtuanya sedang bekerja, dia lepas dari pengawasan dan tersesat. Anak ini sudah sering hilang,” jelasnya.

Setelah dijemput, bocah ini langsung diantar ke Pusat Pelayanan Anak Terpadu (PLAT) yang di bawah naungan Dinas Sosial.

“Rencana kita minta psikolog untuk me assesment dan orangtuanya kita berikan keterampilan merawat anak dengan kebutuhan khusus.” tutup Darmanelly.

Anggota Binmas, Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Barat, Aiptu Iswanto mengatakan, seorang warga Gang Alpukat Jaya, Kelurahan Sungai Beliung, mengaku bernama Meby menghubungi kepolisian dan menyampaikan, menemukan seorang anak dengan kondisi kaki dan tangannya dirantai.

“Ada yang menghubungi saya, namanya Meby. Ia bilang ada anak yang dirantai di Gang Alpukat Jaya. Saya suruh antar ke Polsek, tapi di group WA kami (Polsek Pontianak Barat) tidak ada yang mengantar anak tersebut ke Polsek,” kata Iswanto.

Meby yang menyampaikan informasi ke kepolisian yang telah menemukan anak tersebut menjelaskan, anak itu ia temukan mampir ke rumahnya. Melihat anak itu tiba-tiba berada di rumahnya dengan kondisi kaki dan tangannya terikat rantai, ia pun kebingungan.

“Saya langsung menghubungi Polsek Pontianak Barat,” katanya, Jumat (12/2/2021).

Meby mengatakan, ia memang tidak mengantar anak tersebut ke Polsek Pontianak Barat, dikarenakan ketika hendak diantar anak tersebut lari.

“Sempat ingin kami bawa, namun ia lari ke daerah Uka, kemudian hilang,” katanya.

Tetangga dari bocah tersebut Leo menceritakan, ibu dari anak ini seringkali ditemukan mengamen di perempatan. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia.

“Anak ini juga sering melakukan kebiasaan aneh, seperti minta ditabrak oleh sepeda motor atau mobil yang lewat,” tuturnya.(Samsul-Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *