Dua Pekan Tak Hujan, BPBD Pontianak Catat Empat Kasus Kebakaran Lahan

Kebakaran Lahan
PADAMKAN - Petugas BPBD Kota Pontianak memadamkan kebakaran lahan di Parit Demang belum lama ini. (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mencatat, sejak dua pekan ini, sudah empat kasus kebakaran lahan terjadi. Di antaranya kebakaran lahan di Parit Demang Pontianak Selatan, di ujung Parit Haji Husein 2, Sungai Raya Dalam, dan kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Siantan.

Kebakaran lahan itu diduga disengaja untuk kepentingan buka lahan pembangunan perumahan. Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD Kota Pontianak Zakaria, menyesalkan hal itu terjadi.

Bacaan Lainnya

Sebab, dampak membakar lahan di musim panas menimbulkan kabut asap. Menambah keresahan masyarakat di tengah pandemi.

Menurut Zakaria, mestinya, pihak yang membakar lahan untuk kepentingan pribadi bisa berpikir jauh. Sebab dampak yang mereka lakukan merugikan masyarakat luas.

“Mestinya kalau mau membersihkan lahan, bisa tidak dengan cara membakar. Misalnya bikin lubang, jadi semua sampah yang kita tebang itu kita tumpuk dalam lubang,” katanya.

Dia pun mengimbau, kepada semua pihak untuk saat ini tidak lagi membakar lahan. Bila ada pihak yang terbukti sengaja membakar lahan untuk kepentingan bisnis, maka bisa disanksi pidana. Sebab, perbuatan itu melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Di mana, Pasal 108 Undang-Undang tersebut ditegaskan, setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat 1 huruf H, dapat dipidana penjara, paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, dan denda paling sedikit Rp miliyar.

“Ini merupakan dasar hukum untuk memberikan sanksi bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan,” tegasnya. (Rezqy).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *