Dewan Dorong Pemkot Investigasi Terbuka Lahan Terbakar di Pontianak

Kebakaran Lahan
PERIKSA - Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar, bersama Wali Kota Pontianak periksa lokasi kebakaran lahan di Parit Demang, Pontianak Selatan, belum lama ini. (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar, mendorong pemerintah melakukan investigasi terbuka, terhadap lokasi-lokasi lahan yang terbakar di Kota Pontianak. Apabila terdapat unsur kesegajaan, maka harus dilakukan tindakan tegas.

“Kami terus memantau perkembangan (kebakaran lahan) ini. Jika ada unsur kesengajaan untuk kepentingan bisnis dan pengembang yang mengabaikan Peraturan Wali Kota, maka, pemerintah tidak perlu segan menindaknya. Bila perlu Perwa direvisi menjadi Perda agar jelas pertanggungjawaban,” tegas Zulfidar Zaidar, kemarin.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun menyebut, sudah meninjau lokasi kebakaran di jalan Parit Demang, Pontianak Selatan, Jumat (19/2/2021). Hasil pantauan, dia menduga ada unsur kesengajaan terhadap kebakaran lahan itu. Sebab, ditemukan potongan kayu dengan mesin chainsaw.

Dia mendorong investasi dilakukan secara cermat, dan diumumkan ke publik. Agar kejadian kebakaran lahan diduga dilakukan oleh pengembang properti serupa tidak terulang kembali. Menurutnya, dampak membakar lahan di musim panas, memicu kabut asap, sangat menggangu kesehatan.

“Terbakarnya lahan menyebabkan kita sulit bernafas, bahkan kita bisa alami ISPA,” ujarnya.

Dia juga menyarankan kepada dinas-dinas terkait di Kota Pontianak, membentuk tim kecil, bersama pemerintah Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, serta BPBD Provinsi Kalbar. Tim ini ditugaskan melakukan antispasi guna mendukung pemerintah, TNI-Polri dan pemadam api swasta dalam penanggulangan kebakaran lahan.

“Maka itu, saya mengusulkan untuk membentuk suatu gerakan bersama masyarakat dengan nama Gerakan Masyarakat Memadamkan Api (GMMA). Gerakan ini untuk pencegahan dan melakukan pemadaman secara bersama-sama. SDM-nya dari RT setempat di kota Pontianak,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *