Scabies di Pontianak, Epidemiolog: Bukan Cuma Obat Tapi Gaya Hidup Bersih

Ahli epidemiologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Malik Saepudin.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ahli Epidemiologi Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin meminta Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk bergerak cepat melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit scabies.

Dia mengkhawatirkan penyakit tersebut terus menyebar. Pemerintah didorong tak sekadar memberikan pengobatan, tapi juga membuat gerakan kebersihan lingkungan di daerah penularan penyakit itu. Sejauh ini, scabies juga sudah menyebar ke Gang Kuini, Pontianak Barat.

Bacaan Lainnya

“Melalui berita ini, saya minta Dinkes untuk melakukan penemuan kasus scabies serta pengobatan penderita. Kemudian, gerakan kebersihan lingkungan dan disinfektan rumah masyarakat,” katanya, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, Puskesmas Perumnas 1 merilis daftar 75 warga Gang Pisang Berangan terjangkit scabies. Kemudian, Puskesmas tersebut juga mendata 27 kasus scabies di Gang Kuini 1. Penyebaran penyakit ini dinilai makin meluas, karena mobilitas masyarakat penderita sehingga terjadi penularan.

“Orang yang membawa scabies, melakukan kontak melalui benda-benda maupun tempat tidur, bantal, sprei hingga tempat duduk. Memungkinkan melakukan proses penuliran,” ucapnya.

Dia pun meminta masyarakat di Gang Pisang Berangan dan Gang Kuini, untuk menahan mobilitas ke wilayah lainnya sementara waktu. Agar dapat menghentikan proses penularan penyakit ini.

Berdasarkan Klikdokter, scabies merupakan kondisi yang menyebabkan rasa gatal pada kulit, akibat terdapatnya tungau (kutu) yang menggali ke dalam kulit. Tungau ini disebut Sarcoptes scabiei.

Malik menekankan agar Dinkes bertindak secara terintegrasi dan kompak. Mulai dari promosi hingga edukasi kesehatan. Promosi pengobatan massal sesegera mungkin dan edukasi gaya hidup bersih dan sehat. (Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *