Amerika Serikat Sanksi Pejabat Militer Myanmar

Kudeta Myanmar
DEMONTRASI - Aksi demonstarasi di Ibu Kota Yangon menentang kudeta Militer. Pict Twitter/Yu Aung

WASHINGTON, insidepontianak.com – Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan sanksi kepada dua pejabat militer Myanmar, Selasa (23/2/2021).

Dikutip Voice of America, pengumuman tersebut dirilis oleh website resmi Departemen keuangan AS. Sanksi tersebut diberikan setelah dua pejabat militer Myanmar bertangung jawab atas pembubaran secara paksa aksi demonstrasi di Yangon dan terbunuhnya 3 pengunjuk rasa menentang kudeta presiden Myanmar.

Bacaan Lainnya

Kedua pejabat yang mendapatkan sanksi tersebut ialah Jenderal Maung Maung Kyaw kepala pasukan angkatan udara dan Jendral Moe Myint Tun, mantan kepala staf angkatan darat Myanmar. Sanksi tersebut membekukan aset apapun yang mungkin pejabat tersebut miliki di AS dan melarang warga Amerika menjalin relasi dengan mereka termasuk memutuskan kesepakatan kontrak apapun yang ditanda tangani kedua pejabat tersebut.

Amerika Serikat berharap sanksi tersebut dapat menekan militer Myanmar untuk menghentikan semua kekerasan terhadap pengunjuk rasa aksi damai. Serta mendukung pemulihan demokrasi dan supremasi hukum di Myanmar.

Amerika Serikat secara terang-terangan mendesak militer Myanmar untuk membebaskan segera  tahanan politik, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Amerika Serikat merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan Myanmar menjadi negara demokrasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *