Dewan Kubu Raya Harap Orang Tua Siswa Tidak Cemas Sekolah Tatap Muka

Agus Sudirmansyah
Ketua DPRD Kubu Raya, Agus Sudirmansyah. (Samsul/Insidepontianak.com).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah harap orang tua murid tidak terlalu cemas melepas anaknya belajar tatap muka di sekolah.

Dia menjamin, sekolah akan terapkan protokol kesehatan ketat. Untuk jaga siswa dari ancaman penularan Covid-19 yang kini masih jadi pandemi.

“Pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan prokes yang ketat,” kata Agus Sudirmansyah, Senin (22/2/2021).

Politisi PDIP itu pun berpesan, agar pihak sekolah yang menggelar sekolah tatap muka juga tidak lalai dalam mengawasi anak-anak didiknya.

“Sarana dan prasarana prokes di sekolah, pengaturan tempat duduk berjarak 1,5 meter, dan ketentuan lainnya, harus dipastikan dilaksanakan oleh sekolah,” pesannya.

Menurutnya, sekolah tatap muka, saat ini memang sudah menjadi harapan sebagian besar orang tua siswa. Sebab, belajar daring yang dijalani siswa semala ini tuai banyak masalah.

Apalagi di Kubu Raya. Belum semua daerah terjangkau jaringan internet. Belum lagi soal fasilitas belajar daring. Yang tak semua dimiliki siswa. Di sisi lain, siswa pun sudah jenuh dengan belajar daring.

“Melihat kondisi anak yang sudah pada titik jenuh yang akut, dan menghindari anak menjadi tidak mau sekolah lagi, maka sekolah tatap muka perlu dilakukan dengan prokes yang ketat,” tutup Agus.

Seperti diketahui, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji telah membolehkan belajar tatap muka di daerah yang sudah zona kuning penularan Covid-19. Termasuk Kubu Raya.

Sebagian orang tua murid, memang menyambut baik kebijakan sekolah tatap muka yang kini mulai dibuka pemerintah, khusus sekolah yang berada di zona kuning.

Salah satunya Sari (44). Dia turut lega, anaknya bisa sekolah tatap muka kembali, di SD Negeri 9 Sungai Raya, Kubu Raya, setelah sekian bulan harus belajar daring karena pandemi Covid-19 tak terkendali.

Namun di lain sisi, rasa camas Sari terhadap potensi penularan Covid-19 di sekolah masih terjadi. Apalagi di sekolah tingkat SD. Siswa cendrung masih belum paham soal protokol kesehatan.

“Rasa khawatir pasti ada. Apalagi siswa SD ini kan masih kecil. Daya tubuhnya juga masih lemah, belum terlalu ngerti kalau disuruh jaga jarak, entah apa arti protokol kesehatan pun mungkin anak-anak belum pada ngerti masih,” katanya.

Namun di sisi lain, Sari juga mendukung sekolah tatap muka. Supaya pola belajar anaknya kembali berjalan normal. Dengan pengawasan guru profesional.

Sebab itu, dia berharap pihak sekolah betul-betul mengawasi lingkungan anak-anak, yang mengikuti belajar tatap muka. Agar terhindar dari ancaman penularan Covid-19. Dan sekolah tatap muka bisa berlangsung terus menerus.

Dia juga berpesan, agar para guru membimbing siswanya agar disiplin menerapkan protokok kesehatan. Harus disiplin awasi siswa saat bermain. Jangan sampai berkerumun. (Samsul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *