PT EUP (Dapat) Terancam Pidana Kerusakan Lingkungan

PT EUP
Pipa HDPE milik PT EUP yang dipasang panjangnya lebih dari 1 kilometer ke tengah laut. Sampai ke Treastle Pelabuhan Internasional Kijing.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Operasional PT Energi Unggul Persada (EUP) di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, berdampak negatif bagi warga Desa Sungai Limau. Limbah pengolahan Crude Palm Oil (CPO) diduga telah merusak lingkungan sekitar. Warga mendesak perusahaan untuk bertanggung jawab, memberikan solusi dan kompensasi.

Tanggung jawab perusahaan industri terhadap pelestarian lingkungan, sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian. Pasal 21 menegaskan, perusahaan industri punya kewajiban, dalam upaya pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup. Jika diabaikan, pidana penjara mengancam.

Bacaan Lainnya
Grafis Insidepontianak.com

“Jika demikian (pencemaran lingkungan), ini sudah masuk kategori tindakan pidana yang bisa diberikan kepada perusahaan,” tegas  Agus Sutomo, aktivis lingkungan dan sosial.

Pasal di atas, secara tegas menjabarkan sanksi hukum terhadap pelaku perindustrian perusak lingkungan. Bila dilakukan dengan sengaja, dapat dipidana penjara selama-lamanya sepuluh tahun dan/atau denda sebanyak-banyaknya Rp100 juta.

Sedangkan jika dilakukan tidak sengaja atau kelalaian, maka dapat dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan/atau denda sebanyak-banyaknya Rp1 juta rupiah, sesuai Pasal 27 ayat (2) UU Perindustrian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *