Uni Eropa Berikan Sanksi Terhadap Militer Myanmar

BRUSSLES, insidepontianak.com – Uni Eropa resmi berikan sanksi terhadap militer Myanmar pada Selasa, 23 Februari 2021, terkait aksi kudeta terhadap Presiden terpilih pada 1 Februari 2021.

Dikutip Voice of America, Uni Eropa bersama  para menteri luar negeri negara anggota memberikan sanksi ekonomi terhadap Myanmar. Sanksi tersebut berupa penghentian bantuan pembangunan oleh negara anggota Uni Eropa.

Walaupun memberikan sanksi penghentian pembangunan, Uni Eropa tidak memberikan sanksi ekonomi perdagangan. Sebab, apabila sanksi tersebut diberikan, akan berdampak besar terhadap masyarakat umum.

“Semua bantuan keuangan dari sistem pembangunan negara negara anggota uni eropa kepada Myanmar melalui program reformasi pemerintah akan ditahan,” ucap Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell.

Uni Eropa berharap sanksi tersebut dapat menghentikan upaya kudeta Myanmar serta mengembalikan sistem demokrasi Myanmar untuk kembali ke pemerintahan yang terpilih dan sah

“Uni Eropa mengambil kebijakan politik, menerapkan sanksi yang menargetkan militer Myanmar untuk bertanggung jawab atas kudeta. Semua dukungan keuangan langsung dari sistem pembangunan negara anggota Uni Eropa untuk program reformasi pemerintah Myanmar resmi kami tunda,” tutup Borrell.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *