Waspada Virus Nipah, Paolus Hadi Minta Pengawasan Hewan dari Malaysia Diperketat

Ilustrasi Virus Nipah
llustrasi. (CNN/iStockphoto/jarun011).

SANGGAU, insidepontianak.com – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, keluarkan Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan ancaman virus Nipah (NiV) yang kini turut menjadi pemerintah pusat, karena dikhawatirkan jadi pandemi baru.

Karena itu, dia minta para pimpinan wilayah, khususnya Camat di perbatasan agar perketat pengawasan hewan yang masuk dari Malaysia. Sebab virus itu ditularkan oleh hewan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan klikdokter, dilansir dari laman WHO, virus Nipah atau NiV, pertama kali ditemukan di Malaysia tahun 1999.

Saat itu, sedang terjadi wabah di kalangan peternak babi. Lalu, di tahun 2001, Bangladesh juga melaporkan negaranya juga diserang oleh virus tersebut.

Infeksi virus nipah pun telah diidentifikasi muncul di India bagian timur. Tingkat kematian kasus akibat virus ini diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen. Angkanya bervariasi, tergantung kemampuan tiap daerah untuk menangani adanya wabah penyakit.

Gejala awal infeksi virus nipah tidak spesifik. Namun secara umum, orang yang terinfeksi virus itu bisa alami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, sampai radang tenggorokan.

Dalam Surat Edaran Bupati Paulus Hadi, disampaikan, agar para pemimpin wilayah (Camat) terutama wilayah perbatasan dan seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau, untuk melarang pemasukan babi hidup atau daging babi mentah dari Malaysia.

“Seluruh masyarakat diminta melakukan pola hidup bersih dan sehat secara personal. Melakukan sanitasi yang baik pada kandang babi. Dan, melaporkan kepada dinas terkait bila menemukan kasus babi yang bergejala pernafasan dan saraf,” imbau Bupati Paolus Hadi dalam Surat Edaranya yang dikeluarkan sejak 2 Februari 2021.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *