Ditantang Soal Konsekuensi Karhutla, Kadis LHK Kalbar Tinggalkan Pendemo

Adi Yani
TEMUI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Adi Yani temuai mahasiswa Solmadapar yang demo di halaman Kantor Gubernur Kalbar, sampaikan evaluasi penangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dianggap buruk, Rabu (24/2/2021). (Iriansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani menyelonong meninggalkan pendemo, saat dicecar pertanyaan soal konsekuensi jika Karhutla kembali terjadi.

Sebelumnya, Adi Yani sesumbar soal penanganan Karhutla Pemprov Kalbar yang diberi predikat terbaik oleh Pemerintah RI. Hal tersebut disampaikannya di hadapan pendemo di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (24/2/2021).

Bacaan Lainnya

Demo yang digelar Solmadapar ini, menuntut keseriusan Pemprov dalam penanganan Karhutla. Dalam aspirasinya, mahasiswa juga meminta Satgas Karhutla bekerja lebih efektif.

Terkait hal itu, Kadis LHK Adi Yani berjanji bakal membawa aspirasi ini ke forum penanganan Karhutla Provinsi Kalbar beberapa waktu ke depan. Dihadiri oleh gubernur, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Kapolda, Pangdam dan semua pejabat dinas terkait.

Solmadapar menganggap kinerja Dinas LHK buruk. 177 titik api di sepanjang bulan Februari menjadi bukti. Oleh sebab itu, para mahasiswa menuntut kinerja nyata dari Dinas LHK Provinsi.

Menaggapi hal tersebut, Dinas LHK mengaku sudah menjalankan Peraturan Gubernur No. 39 Tahun 2019 tentang pencegahan dan penanganan Karhutla. Namun, beberapa kejadian merupakan peristiwa karhutla dinilai di luar kuasanya.

“Namanya kita manusia tempatnya salah, tidak sempurna,” ucap Adi Yani.

Merespon pernyataan Adi Yani tersebut, mahasiswa spontan meminta pihal DLHK berani menerima konsekuensi jika tidak menjalankan Pergub No 39 tahun 2019 tersebut.

“Kalau Pergub tersebut dijalankan dengan benar, tentu tidak ada kejadian Karhutla, pak?” Tanya El, salah satu aktivis Solmadapar.

El menantang Kadis LHK, berani menerima konsekuensi jika Karhutla masih terjadi di Kalbar. Setelah ditodong pertanyaan, itu Adi Yani menjawab singkat lalu meninggalkan pendemo.

“Konsekuensinya penanganan Karhutla menjadi lebih baik. Oke cukup, kami ada agenda,” ucap Adi Yani, meninggalkan lokasi dikawal Kasat Pol PP Provinsi Kalbar, Antonius Rawing serta aparat kepolisian. (Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *