Pengamat Dorong Pemprov Kalbar Buat Layanan Pengaduan Karhutla Berbasis Aplikasi

Netty Herawati
Pengamat Komunikasi Untan, Netty Herawati. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamat Komunikasi Universitas Tanjungpura, Netty Herawati usulkan Pemprov Kalbar buka layanan pengaduan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tujuannya untuk mempermudah masyarakat menyampaikan laporan karhutla melalui layanan call center.

Layanan pengaduan sebaiknya dibuat menggunakan aplikasi berbasis digital. Agar mudah terintegrasi dengan dengan semua pihak. Menurut Netty, dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla, partisipasi masyarakat sangat diperlukan.

Bacaan Lainnya

Lewat layanan pengaduan itu lah, masyarakat bisa diajak berperan menangani masalah karuhutla di Kalbar. Selain ini, layayan call sentere berbasil aplikasi juga bisa mempermudah memlakukan sosialisasi kepada masyarakat luas untuk tidak membakar lahan.

“Layanan call senter bisa digunakan untuk misalnya mengimbau masyarakat, untuk membuat pengaduan apabila ada pembakaran lahan,” ucap Netty.

Dosen Fisip Untan itu menilai, sejauh ini sosialsiasi pencegahan karhutla yang dilakukan pemerintah masih belum efektif. Buktinya kebakaran lahan masih terjadi, akibat prilaku oknum membakar lahan sembarangan. Menurutnya, sanksi hukum terhadap pelaku pembakar juga masih lemah.

“Percuma kalau selalu sosialisasi, tetapi penerapan sanksi tidak tegas. Masalah Karhutla akan terus berulang setiap tahun,” ucapnya.

Karena itu, Netty menekankan Pemprov Kalbar harus memberikan sosialiasi secara holistik atau menyuluruh kepada masyarakat. Baik cara membersihkan lahan, penanggulanan, pengaduan hingga ancaman pidana pembakar lahan.

Layanan pengaduan berbasis digital menjadi penting untuk menghimpun laporan-laporan masyarakat, terkait indikasi pembakaran lahan yang terjadi di berbagai daerah. Lewat layanan penganduan khusus, masyarakat bisa mengirim foto maupun video kejadian karhutala.

Layanan pengaduan penanggulangan nantinya juga diyakini bermanfaat untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran  swasta serta dinas terkait, untuk mengetahui dimana titik-titik api sesuai laporan masyarakat.

“Sehingga penangananya lebih cepat dan api tidak merembet ke lahan lainnya,” tutupnya. (Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *