Pengamat Pertanyakan Urgensi Pita Penggaduh di Kawasan Rumah Dinas Pejabat

Pengamat kontruksi jalan Politeknik Negeri Pontianak
Pengamat kontruksi jalan Politeknik Negeri Pontianak, Nizar. (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamat kontruksi jalan Politeknik Negeri Pontianak, Nizar tak melihat urgensi pemasangan pita penggaduh di jalan Ahmad Yani yang dipasang berkelompok, berjarak tiga meter di kawasan rumah dinas para pejabat Kalbar.

Menurutnya, pita penggaduh itu justru menggangu kenyamanan pengguna jalan karena jaraknya dipasang terlalu dekat. Bahkan berpotensi menimbulkan kemacetan saat jam-jam padat lalu lintas di Jalan Ahmad Yani.

“Jarak antar garis yang saya amati tadi, diperkirakan lebih dr 50 cm. Jumlahnya yang dipasang di tiga kelompok dalam radius 100 meter, sepertinya kebanyakan. Sehingga berpotensi terjadi kemacetan pada jam sibuk,” kata Nizar, kepada insidepontianak.com, Rabu (24/2/2021).

Dia pun mengeritik tempat pemasangan pita penggaduh. Sebab, dipasang di wilayah rumah dinas pejabat-pejabat. Harusnya pita penggaduh dipasang di tempat-tempat fasilitas umum. Seperti sekolah, pasar, rumah sakit, maupun di jalan rumah-rumah ibadah.

“Pembangunan (pita penggaduh) sekarang ini bukan di lingkungan sekolah, pasar, rumah sakit atau tempat ibadah. Dibangun 3 pita penggaduh secara berdekatan pula. Walaupun sudah diaspal mengurangi dampaknya. Urgensinya apa?,” tanyanya.

Dia menjelaskan, pita penggaduh fungsinya memang untuk meningkatkan kesadaran pengendara supaya tidak mengantuk karena kondisi jalan yang lurus. Tetapi, pita penggaduh yang dibangun Kemen PUPR jalan dalam kota yang tidak ada sekolah maupun daerah yang rawan kecelakaan, justru jadi aneh.

Karena itu, dia menunggu tanggapan pemerintah atas pembangunan tiga pita penggaduh di Jalan Ahmad Yani, di depan rumah dinas para pejabat tersebut. (Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *