Reses di Nanga Tayap, Yuliani: Warga di Dua Desa Krisis Air Bersih

Anggota DPRD Kalbar Yuliani
Anggota DPRD Provinsi Kalbar Fraksi PAN, Yuliani. (Facebook)

KETAPANG, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kalbar, Yuliani menyebut, masyarakat di Desa Sungai Kelik, dan Desa Siantau Raya, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, kini alami krisis air bersih. Itu terjadi akibat kemarau mulai melanda.

Kondisi tersebut diketahui politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) Ketapang itu, setelah dia reses atau kunjungan kerja di dua desa tersebut baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat prihatin kondisi mereka kesulitan dapatkan air bersih. Sedangkan perusahaan berada di wilayah mereka,” sesal Yuliani.

Untuk tangani masalah itu, dia berjanji, segera komunikasikan dengan DPRD Kabupaten Ketapang, agar dapat menindaklanjuti masalah air bersih yang kini dikeluhkan warga di sana.

Selain soal krisis air bersih, masyarakat di Desa Sungai Kelik dan Desa Siantau Raya juga mengeluhkan masalah jaringan listrik yang hingga kini belum menyebar rata ke semua dusun. Seperti misalnya di Dusun Sepahan, Dusun Muara Kayong, Dusun Kelik Tua, Dusun Siantau, dan Dusun Sihit.

“Listrik dan jembatan juga akan saya kawal terus, dan mencoba meminta bantuan anggaran agar masyarakat tidak kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari hari,” kata Yuliani.

Kepala Dusun Sihit, Asnadinata mengatakan, sudah puluhan tahun mereka tak pernah merasakan listrik PLN. Padahal pengajuan sudah diminta berkali-kali.

Begitupun masalah jembatan penghubung antar desa. Sudah enam tahun diajukan pembangunannya. Tapi sampai sekarang tak kunjung dibangun.

“Kami masih menggunakan perahu rakit untuk akses penyeberangan. Padahal kami sangat butuh jembatan tersebut untuk permudah kami beraktivitas,” ucap Asnadinata.

Dia pun berharap, para wakil rakyat mendengar keluhan mereka. Agar masalah-masalah pembangunan yang dirasakan masyarakat bisa diperjuangkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *