Pemeliharaan Jalan Provinsi Sukadana-Teluk Batang Dinilai Asal-asalan

Proyek pemeliharaan jalan
Proyek pemeliharaan jalan provinsi Sukadana-Teluk Batang. (Fauzi/Insidepontianak.com)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Pemeliharaan jalan provinsi Sukadana-Teluk Batang, kembali mendapat respon negatif dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan proyek itu tidak selesai dengan maksimal.

Sejauh ini, sudah tampak kerusakan pada jalan yang baru saja dikerjakan itu. Bahkan, perbaikan tersebut tampak dikerjekan asal-asalan.

Ketua Lembaga Pengawas Pelaksana Pembangunan Kayong Utara (LP3KKU), Abdul Rani mengkritisi pekerjaan yang dianggap setengah hati.

Padahal, pekerjaan jalan provinsi ini digadang-gadang mengedepankan kualitas, namun realisasi di lapangan berbanding terbalik.

Abdul Rani menilai, jalan provinsi Sukadana-Teluk Batang yang menelan dana Rp2,415 miliar tersebut, perlu ditinjau kembali.

“Seyogianya pekerjaan pemeliharaan seperti ini harus dilakukan dengan baik, yang saya lihat bagian dasar digunakan semen, tak sesuai dengan pekerjaan sebelumnya, jalan ini kan setiap hari dilewati kendaraan, kendaraan berat,” jelas Abdul Rani, Rabu (3/3/2021).

Dia berharap, pihak berwenang dapat mengusut lebih dalam terkait pekerjaan tersebut. Sehingga ke depan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan, dan tak terkesan asal-asalan.

“Sebenarnya kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan pekerjaan ini. Kami berharap pihak berwenang dapat mengusut secara serius,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar, Sukri mengklaim pemeliharaan jalan tersebut, telah sesuai kontrak kerja.

Bahkan Sukri menilai, pekerjaan yang dilaksanakan mahal, dan lebih baik untuk mengisolasi rembesan air.

“Iya itu LPB (dasar), beton, itu lebih mahal pembiayaannya, dan lebih baik mengisolasi rembesan air,” terang Sukri. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *