Sukiryanto: Anak dari Ujung Kampung Ketapang Pejuang Rakyat Kalbar

Sukiryanto
Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto. (Instagram Sukiryanto).

Terpilih DPD RI

Waktu kuliah di IAIN Pontianak, dia aktif di organisasi. Ikut berkader di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pernah menjadi ketua senat mahasiswa. Baginya, organisasi penting untuk membentuk karakter. 

Bacaan Lainnya

Di organisasi, orang diajarkan bisa mudah bergaul dan memanajemen diri seindiri. Pengalaman organisasi itu, terbukti bermanfaat. Lebih lagi, saat ini dia berkarier politik. Terpilih menjadi senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalbar. Saat Pemilu 2019. 

“Rata-rata Ketua Komite itu doktor, professor,” ujarnya. 

Sedangkan dirinya, hanya Sarjana S1 Agama Islam. Selain itu, ia baru pertama kali ikut, langsung menjadi Ketua Komite IV DPD RI. Tapi, karena ia sudah terbiasa dalam organisasi, setelah masuk DPD biasa saja. Tidak kaku.

Dua tahun jadi politisi aktif, sangat dinikmati. Meski dunia bisnis dan politik bertolak belakang. Komunikasi bisnis dibangun dengan kepercayaan dan integritas. Sedangkan di politik, cenderung bersikap plin-plan. Namun, Sukiryanto tetap menikmati profesinya saat ini. 

Dia menekatkan diri, mengabdi kepada masyarakat, daerah dan negara. Sebab itu, selama menjadi senator DPD, gajinya tak pernah diambil. Justru, ia lebih banyak menyumbang pribadi untuk bantuan sosial ke konstituen.

Sikap itu, sebagai bentuk pengabdian yang tulus. Dia berharap, apa yang sudah dilakukannya bisa bermanfaat untuk masyarakat, daerah dan negara.

Menurutnya, maju sebagai anggota DPD saat pemilu 2019, bukan karena ambisi syahwat politik. Tapi, dia ingin ciptakan kekompakan di Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat dan warga Kalbar lain yang mengenalnya. 

Dia ingin, momentum itu jadi pembuktian. Hasilnya tak meleset. Kekompakan itu mampu mendorongnya jadi anggota DPD RI. 

Orang Madura di Kalbar, terbesar kedua setelah Jawa Timur, dengan perkiraan 463.000 orang. Ia melihat itu. Lalu, berunding dengan pengurus. Ia ingin jadi perintis, membuktikan orang Madura itu kompak.

“Saya ikut DPD. Alhamdulilah saya menang,” katanya.

Di periode kedua, Sukiryanto urung maju lagi. Bukan karena tidak senang politik. Tapi, dia ingin menciptakan regenerasi. Terutama kader-kader IKBM dan masyarakat Kalbar lainnya yang punya potensi dan kecerdasan. Agar, bisa didorong menggantikannya di kancah politik tingkat nasional.

“Saya ingin ada Sukriyanto lain,” ujarnya. 

Sukiryanto
POSKO – Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto saat berada di posko peduli Covid-19 Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, 25 Maret 2020. Sukiryanto saat ini juga menjabat sebagai Ketua IKBM Kalbar. (Instagram Sukiryanto).

Di akhir pengabdiannya nanti, Provinsi Kapuas Raya jadi target. Ia ingin warga yang tinggal di wilayah Kalbar Timur, bisa merasakan pemerataan pembangunan yang cepat. Dia berjanji akan berjuang sekuat tenaga, agar Provinsi Kapuas Raya segera terbentuk.

Lalu, apa yang ingin dicapainya setelah bergelimang sukses?

Setelah pensiun, ketua IKBM Kalbar itu ingin punya yayasan penghafal quran di Matang Sindur, Kabupaten Ketapang, tempatnya lahir dan tumbuh. Saat ini, yayasan itu sedang dirintis. Yayasan itu diberinama Mizhaslilhub. 

“Artinya, Miz, nama ayah saya. Has itu nama datok (kakek) saya. Lilhub mendatangkan penghafal. Kalau itu sudah selesai, saya mengurangi kegiatan diri,” katanya.

Sementara untuk anak-anak, sudah disiapkan usaha supaya mereka bisa mandiri. Tidak melulu bergantung dengan orang tua. Syukiryanto ingin, diusia senja bisa kembali kemasyarakat, membangun peradaban manusia. 

Sukiryanto adalah contoh, bagaimana kesulitan hidup atau nasib, menempa seseorang berhati baja. Syaratnya, gunakan keteguhan hati untuk melihat peluang dan usaha. Selebihnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (M. Fahrulrozzy Iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *