Ikuti Musrembang Sanggau, Wakil Gubernur Harap Peningkatan Ekonomi dan IPM

Wakil Gubernur Hadiri Musrembang Sanggau
Wakil Gubernur, Ria Norsan menghadiri Musrembang Kabupaten Sanggau TA 2022. (Foto Kominfo Sanggau)

SANGGAU, insidepontianak.com – Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sanggau Tahun 2022. Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Sanggau dibuka secara resmi oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi, bertempat di Ruang VVIP Kantor Bupati Sanggau, Senin (22/3/2021).

Kegiatan Musrembang penyusunan RKPD Kabupaten Sanggau Tahun 2022, dilaksanakan dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah yang disusun dengan memperhatikan capaian kinerja tahun 2020, prioritas provinsi dan nasional, serta isu strategis yang didalamnya terdapat komponen tujuan pembangunan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

RKPD Tahun 2022 merupakan dokumen yang disusun pada tahun ketiga RPJMD kabupaten sanggau periode 2019 – 2024. Musrenbang RKPD bertujuan membahas rencana RKPD dalam rangka menyepakati permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan daerah, program, kegiatan pagu indikatif, indikator dan target kinerja, penyelarasan program dan kegiatan yang merupakan kewenangan kabupaten, dengan program kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil Musrenbang kecamatan.

Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sanggau tetap tumbuh, walaupun terjadi perlambatan dari tahun 2019, terkoreksi mencapai 3,89 persen turun pada angka 0,71 persen pada tahun 2020. Penurunan atau perlambatan ini ternyata dialami di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, sebagai dampak Covid-19.

Perkembangan PDRB harga Konstan dari Tahun 2019 sebesar Rp 13.163.333.000.000 naik menjadi (13,163 triliun), yang berarti ada kenaikan produksi barang dan jasa. Jumlah penduduk miskin dan presentase penduduk miskin Kabupaten Sanggau, sudah mengalami penurunan 2 tahun terakhir rata–rata sebesar 0,11 persen, persentase kondisi 2020 sebesar 4,46 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskin Tahun 2019 adalah 21,41 ribu jiwa, turun menjadi 21,16 ribu jiwa Tahun 2020.

Tingkat pengangguran terbuka sudah menurun hingga Tahun 2019 namun mengalami kenaikan dari 3,07 persen pada tahun 2019 menjadi 3,52 tahun 2020 di masa pandemi covid-19. Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukan pergerakan naik dari 65,67 poin menjadi 65,77 poin, walaupun hanya 0,1 poin dan masih berada dibawah rata-rata provinsi.
Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Daerah yang perlu menjadi perhatian serius, di antaranya bidang infrastruktur dengan kondisi jalan mantap, baik jalan nasional provinsi dan kabupaten serta jalan desa.

“Pada tahun 2020, beberapa program kegiatan di Kabupaten Sanggau didanai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, seperti pembangunan water front sudah terealisasi. Untuk itu semua, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur dan Pemerintah Pusat,” ujar Bupati Sanggau

Dua hal itu, Kalbar dianggap terbaik. Oleh karena itu, memprioritaskan penanganan Covid-19 dan Karhutla sebaik-baiknya dengan melibatkan Forkorpimda.

Wagub menyatakan, terkait dengan pencapaian visi dan misi pembangunan Kalimantan Barat dalam RPJMD Perubahan Tahun 2018-2023, terhadap 4 indikator makro pembangunan. Yaitu, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Penurunan Presentasi Jumlah Penduduk Miskin, dan Penurunan Presentasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Terkait indikator peningkatan IPM, Wagub mengapresiasi gencarnya pembangunan lembaga pendidikan di Kabupaten Sanggau.

“Dengan adanya lembaga pendidikan yang dibangun di Kabupaten Sanggau ini, mudah-mudahan bisa mendongkrak IPM di Kabupaten Sanggau. Mudah-mudahan tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah,” ucapnya.

Kegiatan RKPD ini, provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, menyepakati untuk berupaya bersama dalam meningkatkan nilai IPM, serta memperbaiki peringkat di tahun 2022.

“Harapan kita akan bisa meningkatkan IPM dengan pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan kondisi Covid-19 ini, mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita meningkat,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *