Polisi Klaim Penangkapan Jumardi dalam Perdagangan Burung Bayan Sesuai Hukum

Sidang praperadilan Jumardi, Senin (22/3/2021). (Samsul/Insidepontianak.com)

PONTIANAK,insidepontianak.com – Pengadilan Negeri Pontianak, menggelar sidang ketiga praperadilan kasus Jumardi, yang tertangkap tangan menjual 10 ekor burung bayan dilindungi, Senin (22/3/2021).

Sidang kali ini, beragendakan jawaban dari pihak kepolisian atas tuduhan dari kuasa hukum Jumardi. Soal penahanan dan penetapan tersangka terhadap Jumardi yang dianggap tidak sah di mata hukum.

Bacaan Lainnya

Kuasa hukum Polda Kalbar, Kombes Nurhadayani menepis semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Dia mengklaim, proses penangkapan dan penetapan tersangka atas Jumardi sudah sesuai dengan hukum.

“Kita mengedukasi masyarakat, biar tahu faktanya. Agar tidak terkesan pihak kepolisian semena-mena,” terangnya.

Fakta tersebut, kata Nurhadayani mengenai rumah tersangka yang diklaim hanya tinggal di gubuk reot oleh kuasa hukum Jumardi. Menurutnya itu terbantahkan pada sidang kali ini.

“Rumahnya terbuat dari semen, beratap seng, lantai keramik, hal ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan Bhabinkamtibnas Polsek Kota Sambas,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Jumardi, Andel menjelaskan, bukti yang dimiliki pihaknya kuat untuk menghadapi pihak kepolisian.

Menepis semua pembelaan oleh kuasa hukum kepolisian. Besok pihaknya akan membuktikan dengan bukti-bukti yang telah dimilikinya.

“Besok kita hadirkan saksi ahli dalam persidangan dan surat-surat dalam pembuktian,” jelasnya.

Dia akan membuktikan bahwa penangkapan dan penetapan Jumardi sebagai tersangka tidak sah di mata hukum. Sidang praperadilan ini pun akan dilanjutkan Selasa (23/3/2021). Dengan agenda pembuktian dari kuasa hukum Jumardi. (samsul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *