Maskapai Garuda Indonesia Sebut Kebijakan PCR Masuk Kalbar Berdampak Kerugian

Audiensi pihak Garuda Indonesia dan DPRD Kota Pontianak, Selasa (23/3/2021). (Rezqy/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Maskapai Garuda Indonesia Cabang Pontianak, gelar audiensi ke Komisi III DPRD Kota Pontianak, terkait peraturan gubernur yang meweajibkan penumpang swab PCR, Selasa (23/3/2021). Kebijakan itu dinilai memberi dampak kerugian besar bagi maskapai.

“Terjadi pengurangan frekuensi yang sebelumnya lima sekarang cuma tiga,” ucap General Manager Garuda Indonesia, Herman Azwar ditemui usai audiensi.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, dia dukung kebijakan Guberur tersebut. Sebab, keselamatan penumpang jadi yang utama.

“Kita harus menjaga kesehatan dan keselamatan penumpang,” katanaya.

Wakil ketua komisi III DPRD Kota Pontianak, Zulfidar Zaidar Muchtar memahami kegelisahan maskapai, sejak pandemi Covid-19 melanda. Namun peraturan Gubernur soal wajib PCR kepada setiap pelaku transportasi penerbangan juga penting diberlakukan. Sebab tujuannya untuk mencegah penularan Covid-19 di Kalbar.

“Peraturan ini, terbukti menekan angka positif Covid-19 di kalbar,” ucapnya.

Dalam audiensi itu, dewan juga meminta maskapai Garuda Indonesia menurunkan harga tiket rute Pontianak-Jakarta.

“Kan ada batas bawah dan atas, kami minta batas atas diturunkan, sekarang batas atas harga tiket pesawat  Garuda Indonesia adalah Rp. 1,503.000,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *