Merawat Tumbuh Kembang Anak Ikhtiar Menuju Generasi Emas Indonesia

Seorang anak tengah bermain di salah satu taman di Kota Pontianak. Pemenuhan nutrisi pada anak amat penting untuk tumbuh kembang. (Ist)

Alyssa Soebandono, melihat sendiri bagaimana kedua buah hatinya, Rendra dan Malik berusaha keras untuk fokus saat belajar dan beraktivitas di rumah. Sebagai seorang ibu, dia tak mau menyiakan waktu melepas mendampingi. Asupan gizi dan nutrisi diberikan optimal guna mendorong stimulasi anak.

Begitulah dia berperan sebagai ibu. Tentu saja tak mau anaknya menapak dunia dengan kekurangan. Terlebih soal gizi dan tumbuh kembang. Isu kesehatan itu, memang kerap mendera dalam kehidupan dan menjadi momok bagi para orang tua.

Bacaan Lainnya

Kekhawatiran kadung muncul soal nutrisi anak. Bukan omong belaka. Sebab para ahli sudah membuktikan dengan penelitian dan data. Berdasarkan Riskesdas 2018, satu dari tiga balita di Indonesia sekarang ini, kekurangan zat besi yang memicu anemia, Grantham-McGregor S, 2010.

“Tentunya saya sebagai seorang bunda memiliki harapan untuk kedua orang anak saya. Supaya bisa menjadi anak yang selalu aktif, mau belajar dan ingin memenuhi rasa ingin tahunya,” jelasnya dalam sebuah diskusi persoalan tumbuh kembang anak dan nutrisi pertengahan Februari lalu.

Terlebih lagi, bagi istri Dude Herlino itu, situasi sekarang menantang. Pandemi mengubah tatanan sosial anak-anak dalam mendapatkan ilmu formal dari sekolah. Bidang akademik di masa ini bisa di bilang jauh dari harapan.

“Saya selalu berusaha mendampingi mereka supaya bisa membantu tetap konsentrasi dan semangat saat belajar. Maka dari itu, saya sangat memperhatikan asupan nutrisi untuk Rendra dan Malik agar gizinya selalu tercukupi,” katanya.

Kerja keras Alyssa ini, satu ikhtiar untuk membawa buah hati, Rendra dan Malik agar ikut merayakan Generasi Emas 2045. Di 100 tahun usia kemerdekaan itu nanti, dia juga punya harapan agar anak-anaknya termasuk generasi berkualitas.

Tapi memang, tak dipungkiri bibit emas itu sekarang terancam oleh masalah klasik yang belum juga tuntas. Kekurangan gizi dan nutrisi. Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang. Terhadap tumbuh kembang anak dan tentunya mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

Bukan main-main, kekurangan zat besi ini dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus. Parahnya, sulit bersosialisasi. Hal itu berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik dan sosial anak.

“Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam dan susu. Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi,” papar President of Indonesian Nutrition Association (INA), Luciana B Sutanto.

Bukan itu saja, yang amat miris adalah kekurangan zat besi pada anak turut mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak. Yakni kognitif, fisik, emosi, sosial dan bahasa. Potensi prestasi itu bisa bahaya. Menyumbat lajunya perkembangan generasi maju yang diharapkan.

“Selain nutrisi yang lengkap, stimulasi juga penting untuk mengasah potensi prestasi pada anak terutama dengan adanya berbagai tantangan saat ini,” kata Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani.

Kata Anna, pada kondisi seperti sekarang, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dan tidak menentu. Sehingga anak dituntut untuk dapat berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi dan aktif bersosialisasi untuk dapat menjadi anak Generasi Maju.

Ihwal tumbuh kembang anak yang bermasalah ini, menyorot perhatian PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada). Visi dan misi perusahaan ini hebat. Memberi akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia.

Sarihusada berkomitmen turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak, agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali. Caranya dengan menyiapkan produk susu formula SGM Eksplor teranyar, “SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC”.

Sarihusada punya keyakinan kuat, bahwa kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Terlebih, saat ini anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi.

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi,” ujar Astrid, ” kata Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, adalah sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan. Memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal.

“Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx juga dilengkapi oleh nutrisi penting lainnya seperti Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Tinggi Protein, Kalsium, Vitamin D, Serat Pangan, dan Zinc, dukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia,” tambah Astrid.

Tak berhenti sampai produk pemenuhan nutrisi saja, edukasi dan stimulasi untuk anak tidak kalah penting mendukung menjadi Generasi Maju. Hal ini juga, mendorong SGM Eksplor untuk memberikan tidak cuma akses nutrisi, namun juga akses edukasi untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.

“Kami sangat setuju dengan pandangan dari Psikolog Anak & Keluarga yang menyatakan bahwa selain nutrisi, stimulasi yang tepat juga dibutuhkan untuk mengasah lima potensi prestasi anak untuk menjadi Generasi Maju,” papar Astrid.

Astrid menerangkan, Sarihusada memahami bahwa orang tua Indonesia memiliki harapan akan anaknya dan membutuhkan dukungan akses edukasi dan informasi untuk mengasah anaknya menjadi Generasi Maju.

Bercermin dari harapan itu, SGM Eksplor turut serta dalam memberikan akses edukasi melalui platform Sekolah Generasi Maju, Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, dan Online Festival Generasi Maju.

“SGM Eksplor melanjutkan komitmen tersebut untuk memastikan orang tua Indonesia mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan membantu mewujudkan Generasi Emas 2045,” pungkas Astrid.

Pada platform Sekolah Generasi Maju, orang tua dapat menemukan berbagai informasi dan tips tentang stimulasi yang tepat untuk anak-anak. Kemudian, melalui Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak dalam mencapai potensi prestasinya melalui serangkaian pertanyaan.

Orang tua dapat dengan mudah mengakses konten Sekolah Generasi Maju dan perangkat Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju secara gratis di situs generasimaju.co.id. Lalu, Online Festival Generasi Maju adalah rangkaian acara di platform digital yang akan membahas topik-topik mengenai tumbuh kembang anak bersama para ahli.

Kegiatan yang akan dimulai pada April 2021 itu nanti, bertujuan untuk mengedukasi orang tua untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *