Tanggapi Polemik Vaksin Astrazeneca, Dewan Pontianak: Patuhi Imbauan MUI

Subandi
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Subandi. (Resqy/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Subandi imbau masyarakat ikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam menyikapi polemik penggunaan vaksin Astrazeneca yang mengandung babi.

Menurutnya, MUI adalah lembaga yang tepat dalam memberikan fatwa terkait kehalalan suatu produk. Dia meyakin, MUI sudah mempelajari lebih jauh sebelum mengeluarkan fatwa terkait penggunaan vaksin Astrazeneca.

“Patokannya selagi majelis ulama membolehkan, saya rasa tidak masalah. Kalaupun dimata Allah itu salah, itu tanggung jawab yang mengeluarkan fatwa. Jadi tidak masalah,” kata Subandi, Selasa (23/3/2021).

Politisi PPP itu pun menegaskan, vaksin menjadi harapan satu-satunya untuk keluar dari masalah pandemi Covid-19 yang sudah setahun ini melanda. Karena itu, semua pihak diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam program vaksinasi tersebut.

Selain itu, Subandi mendorong pemerintah memprioritaskan vaksin yang halal khusus untuk umat muslim. Supaya program vaksinasi tidak menimbulkan polemik, dan menjadi permasalahan baru.

“Kita minta pemerintah mengatur jenis vaksinnya. Kalau dapat yang muslim jenis vaksinnya usahakan yang tidak ada babinya. Minta dipilah supaya ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk yang non islam saya rasa tidak masalah,” tutupnya. (Rezqy).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *