FGD Karhutla, Bupati Karolin Minta Desa-desa Rawan Kebakaran Dipetakan

Bupati Karolin
Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa memberi sambuta di acara Focus Group Discussion (FGD) membahas tentang pencegahan dan penanggulangan karhuta di Kabupaten Landak, Kamis (25/3/2021). (Prokopim Pemkab Landak).

LANDAK, insidepontianak.com – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemetaan atau mapping desa-desa yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Karolin, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) membahas tentang pencegahan dan penanggulangan karhuta di Kabupaten Landak, Kamis (25/3/2021). FGD itu turut dihadiri Kapolres Landak, para camat dan para kepala desa.

Bacaan Lainnya

“Saya mengingatkan para Camat dan Kades, agar mensosislisasikan  juga peraturan Bupati Landak, ke masyarakat, tentang tata cara membuka lahan dengan cara membakar berbasis kearifan lokal dan mencegah kebakaran lahan di luar areal yang diperuntukkan untuk pertanian berbasis kearifan lokal,” pesannya.

Karolin menegaskan, dalam pencegahan karhutla, semua pihak harus sinergi. Jika ditemukan titik api segera dipadamkan. Patroli terpadu bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni juga harus dihidupkan. Tujuannya untuk deteksi dini potensi kebakaran lahan di musim panas.

Kapolres Landak, AKBP Ade Kuncoro menyebut, Kabupaten Landak merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan.

Karena, Kabupaten Landak memiliki lahan perkebunan, pertanian, dan hamparan lahan gambut yang luas. Karena itu, untuk mencegah kebakaran lahan, maka semua pihak harus saling menjaga. Tidak melakukan pembakaran sewaktu musim panas.

Sementara upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preventif. Sepeti pemetaan hotspot, deteksi dini, melakukan himbauan, dan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, terkait bahaya karhutla.

“Selain itu, upaya preventif lainnya juga bisa dengan cara patroli bersama, patroli udara, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama stakeholder lainnya serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *