Kecelakaan, Ibu Hamil di Sukadana Ditemukan Pingsan di Dalam Selokan

Korban saat diberikan perawatan intensif. (Ist)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Seorang ibu hamil bernama Desy dengan kondisi hamil, ditemukan tergeletak di dalam sebuah selokan di Jalan Sungai Mengkuang, Kecamatan Sukadana pada Jumat (26/7/2021) siang.

Berdasarkan informasi warga sekitar, Desy adalah warga Sandai, Ketapang yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di salah satu rumah warga di Sukadana.

Bacaan Lainnya

“Saya di dalam rumah dengar bunyi tabrakan, saya keluar lihat ibu itu sudah pingsan dalam parit. Saya gedor orang sini, saya bangunkan, karena saya mengangkat (korban) sendiri tidak kuat,” terang warga setempat, Yuslinda.

Yuslinda menyebutkan, lawan tabrakan Desy merupakan seorang laki-laki pengendara motor. Baru keluar dari Gang Tomat menuju jalan raya. Namun dia tak bisa merincikan detil kejadian nahas tersebut. Saat itu dia di dalam rumah.

“Budak itu (cowok) keluar dari Gang Tomat, perempuan itu dari sini (arah simpang 4 menuju arah pantai). Tadi pas kejadian masih ada pasir, masih ada batu, kayaknya kena batu soalnya di dalam parit itu darah semua,” jelasnya.

Korban pun dilarikan ke Klinik Asri. Namun karena luka cukup parah di bagian kepala, Desy harus dirujuk ke rumah sakit di Ketapang. Sehingga bisa diberikan perawatan lebih intensif.

Sementara itu kondisi jalan lokasi kejadian, terdapat tumpukan batu dan pasir, yang diduga material proyek batu kali. Material ini, ketika terjadi kecelakaan masih berada di tepian jalan. Bahkan memakan badan jalan.

Namun usai kecelakaan, beberapa tumpukan batu dan pasir baru dipindahkan. Material ini diduga juga menjadi pemicu dalam kecelakaan itu.

Terkait material tersebut, Kepala Dinas
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kayong Utara, Suratmin, membenarkan bahwa memang ada kegiatan proyek di sekitar Jalan Sungai Mengkuang.

Kendati demikian, dia tidak mengetahui siapa pelaksana kegiatan tersebut. Karena saat ini beberapa kegiatan khususnya proyek fisik belum ada yang dilaksanakan. Sebab masih proses survei dan menunggu refocusing anggaran.

“Di dinas ini belum ada kegiatan, itu tidak tahu dari mana, yang jelas dari Bidang Bina Marga, SDA (Sumber Daya Air), atau Cipta Karya belum ada kerjaan kegiatan di situ. Soalnya perencanaan belum dihitung, belum selesailah. Itu tidak tahu siapa yang kerja, koordinasi ke kami juga belum ada,” paparnya. Suratmin.

Suratmin menyebutkan, pihaknya sudah menghentikan pelaksanaan kegiatan proyek. Sebab belum diketahui anggaran yang digunakan berasal dari sumber DAK, DAU atau swakelola.

Namun dirinya membenarkan, bahwa secara aturan tidak diperbolehkan menumpuk material di badan jalan, karena dapat mengancam keselamatan pengendara.

“Sudah lama kita suruh berhenti kerja itu. Kita tidak tahu siapa yang kerja situ, cuma memang setiap pekerjaan itu tidak boleh menumpuk material di situ (badan jalan),” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Polres Kayong Utara belum memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut. Belum ada keterangan terkait kronologi peristiwa berdarah itu. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *