Diterjang Banjir Lumpur, 292 Rumah di Sigi Rusak

RUMAH RUSAK - Sebanyak 292 unit rumah warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan rusak akibat diterjang banjir lumpur yang terjadi, pada Jumat(26/3) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sepanjang pagi hingga malam hari.(Antara)

SIGI, insidepontianak.com – Sebanyak 292 unit rumah warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan rusak akibat diterjang banjir lumpur yang terjadi, pada Jumat(26/3) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sepanjang pagi hingga malam hari.

Dilansir dari Antara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD) Kabupaten Sigi, Asrul di lokasi banjir di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sabtu (27/3/2021) membenarkan adanya bencana alam banjir lumpur yang menerjang desa yang terletak di jalan poros Palu-Bangga.

Bacaan Lainnya

Data sementara menyebutkan banjir lumpur mengakibatkan dua unit warga rusak berat,75 unit rusak sedang dan 215 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Rumah warga yang rusak berat dan sedang, kata dia, rata-rata sebagian badan rumahnya tertimbun lumpur.

Tetapi sebagian besar lainnya, rumah warga terendam banjir yang datang dari lereng bukit di atas permukiman penduduk yang ada di Desa Beka.

Asrul menyatakan dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, kecuali kerugian materi yang belum bisa diketahui nilainya, sebab masih didata oleh dinas terkait di lingkungan Pemkab Sigi.

Dia juga menambahkan peristiwa ini sudah dilaporkan kepada BPBD Provinsi Sulteng dan BNPB Pusat di Jakarta.

Bangunan lainnya yang ikut rusak antara lain satu unit kantor desa, dua unit sekolah PAUD, satu unit sekolah dasar (SD) dan satu unit masjid.

Sedangkan infrastruktur jalan sepanjang 800 meter di Desa Beka di Dusun II dan III juga rusak sehingga perlu segera diperbaiki kembali karena merupakan poros vital yang menghubungkan Palu, Ibu Kota Provinsi, dengan sejumlah Desa di Kabupaten Sigi, terutama di kecamatan Marawola dengan Dolo Selatan.

Asrul menjelaskan banjir disertai lumpur yang menerjang Desa BK sekitar pukul 20.00 Wita akibat hujan lebat. Sungai Kalipondo yang ada di permukiman warga meluap karena tidak mampu menampung banjir besar.

Sebagian banjir tumpah ke permukiman warga yang saat itu sedang beristirahat setelah sepanjang hari beraktivitas.

Hingga kini, warga masih diliputi ketakutan, sebab kondisi cuaca masih memungkinkan turunnya kembali hujan.

Pemkab Sigi sudah menyiapkan posko kesehatan dan dapur umum sementara di lokasi bencana alam di Desa Beka.*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *